KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang akrab disapa Gus Bupati ini turut menghadiri Lomba Dayung Perahu Naga Piala Panglima TNI yang digelar di lintasan Sungai Brantas Kecamatan Gedeg pada Senin (29/9) pagi.
Kegiatan ini untuk memupuk jiwa kebersamaan dan semangat cinta bahari. Lomba Dayung Panglima TNI Cup ini diikuti 24 tim terbaik dari kategori umum, maupun TNI-Polri yang bertarung menaklukkan jarak 500 meter dengan penuh kekompakan dan kekuatan.
Baca juga: KemenHAM dan Pemkab Mojokerto Pastikan Evaluasi Total Pasca Insiden Dugaan Keracunan
Lomba Dayung ini secara resmi dibuka oleh Dankodaeral Laksda TNI Triswanto SE.,MSi.. Selain dihadiri Bupati Mojokerto turut hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto yang menambah semarak berkompetisi yang juga menjadi simbol sinergi antara TNI, Polri dengan masyarakat.
Salah satu tim peserta lomba ini adalah klub Jung Kwatu. Klub dayung kebanggaan Mojokerto ini datang dengan persiapan matang dan motivasi tinggi untuk mengukir prestasi terbaik di panggung bergengsi nasional. Para atlet muda Jung Kwatu bertekad menunjukkan hasil dari latihan dan kerja keras mereka.
Baca juga: Apel Penerimaan KKN-BBK Unair, Gus Bupati Harap Mahasiswa Bawa Program Inovatif dan Berkelanjutan
Klub Jung Kwatu dengan Pembina Kolonel Marinir Kakung Priyambodo. Ia menegaskan komitmennya untuk terus membina generasi muda Indonesia yang berkarakter bahari, disiplin tinggi dan berprestasi.
"Dayung bukan sekadar olahraga, namun merupakan wahana untuk menanamkan semangat pantang menyerah, kerja sama dan cinta maritim. Klub ini juga wadah pembinaan yang konsisten melahirkan generasi tangguh demi kebangkitan maritim Indonesia. Kami hadir bukan sekadar bertanding tetapi menyiapkan kader terbaik yang siap berprestasi hingga level internasional," ujar Kakung penuh semangat.
Dengan dukungan penuh dan semangat juang tinggi, Jung Kwatu siap menorehkan catatan prestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Mojokerto untuk terus mencintai olahraga bahari sebagai bagian dari kebangkitan maritim Indonesia. (*)
Editor : Zainul Arifin