GRESIK | B-news.id - Masyarakat di pedesaan pada wilayah pertanian, sudah menjadi kebiasaan sejak dulu kalau membuang sampah adalah sembarang tempat, dan kurang memperhatikan soal kesehatan lingkungan.
Kepala Desa Balungtunjung, beserta Ketua penggerak PKK, bersama dari Puskesmas Benjeng menggelar sosialisasi kesehatan lingkungan dan pentingnya mengelola sampah rumah tangga dan lingkungan.
Baca juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Sebanyak 45 kader PKK, kader kesehatan berkumpul di Balai Desa Balungtunjung, menerima sosialisasi, Rabu siang ( 17/9) bertindak sebagai Nara sumber adalah : Siti Zunaidah SKM.
Dalam paparan Siti Zubaidah, bahwa sampah sisa makanan yang dibuang secara sembarangan pada tempat terbuka dan tidak dikelola dengan benar, malah bisa mendatangkan penyakit.
"Lalat hinggap di sisa makan yang di buang, lalatnya hingga di makanan yang akan kita makan, lalat tadi bertelur di tempat sampah, beberapa hari akan menjadi lalat, coba mulai saat ini ayo kita jaga lingkungan kita agar tetap sehat dengan mengelola sampah yang kita hasilkan," terang Siti.
Baca juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
Sampah dapur dan termasuk juga makanan sisa, kalau dikumpulkan dalam satu tempat, misalnya dalam tong, di berikan enzim sejenis ragi, maka dalam beberapa hari akan menjadi pupuk tanaman, demikian sampah daun yang bisa di daur ulang dengan ditambahkan kotoran hewan dan bakteri penghancur sejenis jamur, hasil akhir bisa hadir pupuk di sawah.
Sampah kertas, dan logam, kalau dikumpulkan bisa dijual untuk di daur ulang.
Baca juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Kades Balungtunjung Eko Budianto menyambut gembira sosialisasi oleh petugas dari Puskesmas Benjeng, dengan harapan masyarakatnya semakin sehat dan mendapat keuntungan dari sampah.
"Kita memang perlu mengubah budaya dan kebiasaan yang kurang baik, dan malah bisa membahayakan kesehatan, dengan sedikit pencerahan malah bisa lebih sehat, mengurangi pembelian pupuk dari pabrik, dan juga bisa dapat duit dari sampah logam dan kertas untuk di daur ulang, kepala desa beserta perangkat desa memberikan contoh dengan budaya sehat yang malah bisa menghasilkan uang," jelas Eko Budianto. (*)
Editor : Zainul Arifin