Bantu Tingkatkan Produksi hingga Pencatatan Bahan Baku

Mahasiswa Teknik Industri UGM Terapkan Sistem 5S di UMKM Pemanfaatan Daun Talas

Reporter : Redaksi
KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada, Raissa Putri Adi Hartawan, mahasiswa Teknik Industri UGM, menginisiasi program implementasi sistem 5S pada salah satu UMKM inovatif di Desa Tamansari, Banyuwangi. (Ist)

BANYUWANGI | B-news.id - SEBAGAI bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada, Raissa Putri Adi Hartawan, mahasiswa Teknik Industri UGM, menginisiasi program implementasi sistem 5S pada salah satu UMKM inovatif di Desa Tamansari, Banyuwangi, yang memanfaatkan daun talas sebagai bahan utama produk olahan.

Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan Juli 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi sistem produksi, khususnya dalam hal tata kelola tempat kerja, pencatatan bahan baku, dan standarisasi penandaan visual.

Baca juga: Lagi, Bapenda Kabupaten Mojokerto Luncurkan 4 Inovasi Layanan Prima

UMKM ini telah menembus pasar ekspor dengan produk berbasis daun talas yang memiliki nilai jual tinggi. Namun di balik keberhasilannya, ditemukan sejumlah permasalahan operasional seperti area kerja yang kurang rapi, pencatatan bahan baku yang tidak terstruktur, serta belum adanya sistem penandaan yang memudahkan pekerja mengetahui waktu bahan siap digunakan.

“Awalnya saya melakukan observasi langsung di area produksi, lalu mencoba menganalisis akar permasalahan menggunakan Fishbone Analysis, salah satu metode analisis Teknik Industri. Dari situ saya menemukan beberapa hal mendasar yang bisa diperbaiki,” ungkap Raissa.

Langkah konkret yang dilakukan meliputi implementasi sistem 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), dengan kegiatan seperti penyortiran alat yang tidak terpakai, penataan ulang gudang berdasarkan prinsip FIFO, pemasangan poster visualisasi 5S, penyusunan SOP keselamatan kerja, serta penyerahan sejumlah APD (Alat Pelindung Diri) seperti sarung tangan, masker, dan penutup kepala.

Raissa Putri Adi Hartawan, mahasiswa Teknik Industri UGM,saat melakukan program KUliah Kerja Nyata (IKN). (ist)

Selain itu, Raissa menyusun lembar pencatatan bahan baku untuk membantu UMKM melakukan tracking bahan masuk dan keluar secara sistematis, serta membuat standarisasi penandaan visual menggunakan sticky notes.

Penandaan ini berfungsi untuk menunjukkan tanggal masuk bahan baku dan perkiraan waktu siap produksi, mengingat daun talas baru dapat diolah setelah berubah warna menjadi kuning.

Baca juga: Koperasi Merah Putih Sidoarjo Beroperasi, DPRD Tekankan Kemitraan dengan UMKM

Kegiatan sosialisasi dilakukan langsung kepada para pekerja dan juga perwakilan koordinator pekerja. Salah satunya adalah Ibu Siti, manajer lapangan produksi. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh mahasiswa.

“Selama ini bahan baku memang dicatat, tapi tidak ada format yang rapi, apalagi penandaan waktunya. Sekarang, dengan lembar tracking dan sticky notes ini, kami langsung tahu mana yang sudah siap diolah tanpa bingung. Sangat membantu sekali,” ujar Ibu Siti, yang telah mengelola pekerja produksi selama lebih dari lima tahun.

Selain menjadi fasilitator perubahan, Raissa juga ikut terlibat langsung dalam proses produksi untuk memahami kebutuhan pekerja secara riil.

“Saya belajar banyak dari ibu-ibu pekerja di sini. Harapannya, sistem yang sudah diterapkan bisa terus dijaga meski program KKN selesai,” tambahnya.

Baca juga: Kanwil DJP Jatim II Gelar Market Day dan Business Development Services

Program ini berhasil memberikan dampak nyata terutama dalam efisiensi pencatatan dan penataan area kerja.

Dengan dukungan dari pelaku UMKM dan keterlibatan aktif mahasiswa, diharapkan praktik baik ini dapat menjadi model bagi UMKM lainnya di daerah yang serupa, serta berkontribusi pada pengembangan industri lokal yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Penulis : Raissa Putri Adi Hartawan, mahasiswa Teknik Industri UGM. (Program KKN-PPM)

 

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru