BLITAR | B-news.id - Duka mendalam menyelimuti keluarga Aksa Delvin Ardiansyah, bocah asal Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam di aliran Sungai Ludogung.
Setelah dilakukan pencarian intensif sejak pagi, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung pada Sabtu siang, 5 Juli 2025.
Baca juga: Pria di Blitar Tewas Tertabrak Kereta Malioboro, Diduga Alami Depresi Berat
Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di aliran Sungai Ludogung, tepatnya di Lingkungan Jaten, RT 01 RW 01, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, BASARNAS, POLAIRUD, BPBD, serta Tim SAR Samapta Polres Blitar langsung melakukan proses evakuasi begitu jasad bocah tersebut terlihat di permukaan air.
Jenazah Aksa Delvin kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Plosorejo, RT 01 RW 08, untuk proses selanjutnya. Pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dilakukan oleh Unit Inafis Polres Blitar bersama petugas kesehatan, dr. Arya Tri Wahyu Santoso. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Meski ditemukan sejumlah luka di tubuh korban, seperti memar di dahi kiri, luka robek di bibir kanan sepanjang satu sentimeter, dan trauma di dahi kanan, namun kondisi tersebut diperkirakan akibat benturan saat terbawa arus sungai.
Tanda-tanda khas tenggelam juga terlihat jelas, seperti kulit mengeriput di telapak tangan dan kaki, serta distensi (pembengkakan) di bagian perut.
Baca juga: Petani Kedungadem Bojonegoro Tewas Tersambar Petir di Sawah
"Tulang tengkorak, tangan, dan tulang iga korban tidak mengalami patah. Tidak ditemukan perdarahan dari hidung maupun telinga, dan seluruh anggota tubuh dalam kondisi lengkap," ujar dr. Arya dalam laporannya.
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Sebuah surat pernyataan resmi pun telah dibuat dengan diketahui Kepala Desa Plosorejo.
Polisi telah melakukan sejumlah tindakan, antara lain mengevakuasi korban, melakukan pemeriksaan medis bersama tenaga kesehatan, dan meminta keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.
Sebagai barang bukti, pihak kepolisian mengamankan pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, yakni celana pendek dan kaos tanpa lengan berwarna kuning.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini, serta mengapresiasi kerja keras semua tim yang terlibat dalam pencarian.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap IPDA Putut.*
Editor : Zainul Arifin