Pemkot Mojokerto Gelar Sosialisasi Stop Pungli SPMB 2025, Ning Ita Harapkan Integritas Pendidikan Meningkat

Reporter : Eko Purbo
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan sambutan dan arahannya dalam sosialisasi anti pungli. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Angka atau Indeks Integritas Pendidikan (IIP) di Kota Mojokerto memang diatas Indeks tingkat provinsi maupun nasional. Namun angkanya masih dikisaran 70%. Untuk itu pemerintah kota (Pemkot)

Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan yang bersih dan berintegritas. Hal tersebut pula yang ditekankan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di hadapan para Kepala Sekolah, Komite, dan Operator Aplikasi SPMB tingkat SD hingga MAN, Senin (2/6) siang.

Baca juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini secara tegas menyampaikan larangan praktik pungutan liar dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

"Saya tegaskan bahwa tidak boleh ada celah sedikit pun untuk praktik pungli dalam proses penerimaan murid baru tahun 2025 di Kota Mojokerto," tegasnya di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto mencatat Indeks Integritas Pendidikan (IIP) sebesar 71,64, angka yang melampaui rata-rata nasional (69,50) dan provinsi Jawa Timur (70,80). Dengan skor tersebut, Kota Mojokerto berada pada level 2 dengan kategori korektif, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguatan nilai-nilai integritas di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Ning Ita menjelaskan bahwa IIP ini diukur berdasarkan tiga dimensi penting, yakni pembentukan karakter integritas peserta didik, pengembangan lingkungan sekolah berbasis antikorupsi, serta identifikasi risiko korupsi dalam tata kelola pendidikan.

“Indeks integritas pendidikan harus kita optimalkan, mana yang kurang harus kita dorong dan perbaiki,” tutur Ning Ita.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersinergi mewujudkan visi besar Kota Mojokerto menjadi kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

“Di sini ada tujuan-tujuan besar yang ingin kita capai—bagaimana Kota Mojokerto bisa bersaing di tingkat regional bahkan nasional. Untuk itu, kita butuh SDM yang unggul dan berkarakter, serta sistem pendidikan yang bersih dari praktik korupsi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap SPMB 2025 dapat menjadi tonggak perubahan menuju sistem pendidikan yang transparan, adil, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan peserta didik dan orang tua serta secara tidak langsung Panca Cita dari Wali Kota Ning Ita lebih mudah tercapai. (*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru