DPRD Sidoarjo Kawal Proyek Pembangunan SMPN 2 Tulangan

Reporter : Zainul Arifin
Pimpinan DPRD Sidoarjo. (ist)

SIDOARJO | B-news.id - Proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan Kabupaten Sidoarjo, memasuki tahap ke empat. 

Sebagai fungsi pengawasan DPRD Sidoarjo mengawal proses pembangunan sekolah tersebut agar tidak ada potensi penyimpangan, hasil pembangunannya diharapkan berkualitas sesuai spesifikasi dan rampung tepat waktu sesuai jadual yang ditentukan.

Baca juga: Dok!, APBD Sidoarjo 2026 Rp 5,716 Triliun Disahkan, Pemkab - DPRD : Program Pembangunan Lebih Dimaksimalkan

Proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan berlokasi di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, dan berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di wilayah Tulangan.

Pendanaan proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 sebesar Rp 6,4 miliar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kerja. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap pemadatan tanah.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih mendukung pembangunan gedung sekolah baru di Kecamatan Tulangan, yakni SMPN 2 Tulangan sebagai upaya pemerataan sekolah negeri, namun tidak boleh mematikan sekolah swasta.

Selain itu, Nasih juga mengingatkan kepada pelaksana proyek (kontraktor) agar tidak main-main dengan anggaran yang sangat besar. Pembangunannya harus standar dan sesuai spesifikasi, baik dalam segi kualitas maupun penyelesaiannya harus tepat waktu.

"DPRD telah menyepakati Anggaran Rp 6,4 miliar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan pada pembahasan RAPBD 2025 tahun lalu," kata Abdillah Nasih. 

Dijelasakan Nasih, pembangunan atau gedung sekolah mempuyai fungsi yang sangat penting dalam pengembangan dan pertumbuhan pendidikan suatu wilayah. 

"Setiap proyek itu baik secara kualitas dan kuantitas harus diperhatikan. Jangan sampai ada kejadian plafon rusak dan jebol, padahal baru setahun dibangun. Jadi kualitas bangunan harus bena-benar dijaga karena sudah banyak kejadian setelah dibangun belum setahun sudah ada kejadian, seperti yang terkjadi di SDN Sidodadi plafon jebol menimpara siswa saat belajar sedang berlangsung. Nah, kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Pengawas proyek harus berani menegur kontraktor jika salah. Apalagi menguransgi volume yang tidak sesuai dengan spesifikasinya,” ujar Nasih, Jumat (25/4/2025).

Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo. (ist)

Dikatakan Nasih, gedung sekolah merupakan sarana dan prasarana sebagai upaya mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan serta peningkatan kualitas dan pengembangan sumber daya manusia, dimana gedung sekolah digunakan sebagai sarana pendidikan.

"Jika gedung dan lingkungan sekolah nyaman dan bersih, membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, nyaman dan kondusif. Hal ini Sebagai salah satu sarana untuk mencetak siswa yang pintar, aktif dan kreatif gedung diharapkan gedung SMPN 2 Tulangan telah memenuhi standar bangunan sekolah. Begitu juga dengan lingkungannya yang nyaman dan menyenangkan. Hal ini sangat mendukung suasana belajar yang kondusif bagi para siswa,” kata legislator PKB ini. 

Dikatakannya, dengan hadirnya fasilitas dan sekolah baru ini, diharapkan pelayanan pendidikan di Tulangan semakin merata dan berkualitas, selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Menurut Nasih, peningkatan aksesibilitas dan kualitas gedung sekolah mewujudkan pendidikan yang setara. Pendidikan adalah hak fundamental setiap anak, terlepas dari lokasi mereka. 

Namun, di banyak daerah pedesaan, aksesibilitas dan kualitas gedung sekolah masih menjadi kendala utama. 

Untuk mengatasi kesenjangan ini, upaya berkelanjutan sedang dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di desa-desa di seluruh negeri.

Sedangkan sekolah yang tidak memadai, lanjutnya, tidak hanya membatasi akses siswa ke pendidikan, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan dan potensi mereka. 

Gedung yang rusak, kurangnya penerangan dan ventilasi, serta fasilitas sanitasi yang buruk dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak nyaman dan tidak aman. 

“Akibatnya, siswa mungkin kesulitan untuk berkonsentrasi dan menyerap pelajaran, yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik mereka,” papar Nasih.

Sebaliknya, kata Nasih, sekolah yang ditingkatkan memberikan banyak manfaat bagi siswa dan guru. Lingkungan yang lebih aman dan mendukung dapat meningkatkan kehadiran dan keterlibatan siswa, menciptakan ruang yang lebih kondusif untuk belajar.

Baca juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Serahkan Alat Bantu Dengar kepada 27 Penerima Manfaat Tuna Rungu

Pencahayaan dan ventilasi yang memadai meningkatkan kesehatan dan kenyamanan, sementara fasilitas sanitasi yang bersih berkontribusi pada lingkungan yang sehat. 

Selain itu, bangunan yang dirancang dengan baik dapat menginspirasi siswa dan menumbuhkan rasa bangga pada sekolah mereka.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, siswa di pedesaan memperoleh peluang belajar yang lebih baik, meningkatkan kehadiran, konsentrasi, dan prestasi akademik,”terang Nasih.

Warih Andono, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo. (ist)

Sedangkan Warih Andono, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo mengatakan, pengawasan yang dilakukan DPRD tidak hanya sebatas di infrasturktur fisik pembangunan proyek semata, tetapi aktivitas belajar- mengajar itu yang lebih penting. Sarana dan prasarana sekolah juga ikut menentukan keberhsilan siswa meraih prestasi terbaik. 

Selain itu, Warih juga akan melakukan sidak ke sekolah jika diperlukan dan ditemukan pelanggaran proyek, hal itu sebagai wakil rakyat sesuai tupoksinya sebagai pangawasan, anggaran dan membuat Undang-undang.

“Bahkan kami akan memanggil kontraktor dan dinasnya untuk hearing jika dalam pembangunan proyek tersebut ditemukan bangunan yang asal-asalan dan pelanggaran. Jadi jangan main-main dengan proyek,” tandas legislator Golkar ini.    

Warih juga mewanti-wanti pelaksanaa proyek agar pengerjaaannya tidak serampangan, dengan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp 6.4 miliar harus menjadi bangunan yang terbaik, dikerjakan tepat waktu. 

Pengawas bangunan harus juga pro aktif, tidak boleh lengah dan hanya menerima laporan. Harus hadir di lapangan mengecek satu persatu proses pembangunannya. 

“Pembangunan ini harus diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada pengurangan kualitas. Saya berharap gedung ini segera bisa dimanfaatkan untuk menunjang kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya wilayah Tulangan,” papar Warih, Jumat (25/4) di kantornya.

Sementara, wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana memastikan proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan berjalan sesuai spesifikasi dan tepat waktu, dirinya melakukan sidak ke lokasi pekan lalu. 

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Siapkan Dana Rp200 M Pembebasan Flyover Gedangan, Bupati Subandi Pastikan Dimulai 2026

Mimik Idayana, Wakil Bupati Sidoarjo saat melakukan sidak proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan Sidoarjo. (ist)

Dalam sidaknya istri pengusaha Kapal tanker ini memakai rompi dan helm proyek, Wabup Mimik Idayana berjalan mengelilingi lokasi untuk melihat bahan-bahan bangunan yang akan dipergunakan oleh kontraktor pelaksana CV. Moedji Kawanti senilai Rp 6,4 miliar tersebut.

Ia juga memanggil kontraktor pelaksana dan pengawas proyek PT. Kusuma Bangun Karya untuk menanyakan papan nama proyek, gambar dan detail spesifikasi proyek pembangunan SMPN Tulangan tahap III.

“Saya datang ke sini untuk memastikan material proyek yang dipakai sesuai dengan spek (spesifikasi, red) yang ada,” kata Wabup Mimik Idayana kepada kontraktor pelaksana dan pengawas proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan.

Perempuan yang biasa disapa Mak Mimik ini meminta kepada kontraktor pelaksana untuk mengerjakan dengan kualitas yang terbaik, sehingga nyaman dan aman buat siswa-siswi mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah.

Wabup perempuan pertama Sidoarjo ini menegaskan kepada kontraktor pelaksana dan pengawas proyek agar pembangunan 4 ruang kelas, pagar, aula, lapangan basket dan pagar keliling itu dikerjakan dengan baik.

“Dengan anggaran sebanyak itu, saya enggak mau dalam pemerintahan Subandi-Mimik ada proyek yang dikerjakan asal-asalan dan tidak tepat waktu. Semua harus baik dan berkualitas sesuai dengan spek-nya,” tegasnya.

Untuk itu, ia akan mengawal proyek pembangunan SMPN 2 Tulangan tahap III ini, hingga 5 bulan ke depan atau sampai selesai sesuai dengan kontrak yang telah disepakati bersama. Tolong ya, pembangunan SMPN 2 Tulangan ini dikerjakan dengan baik, jangan sampai proyek selesai, setahun sudah ada yang rusak,” pinta ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini.

Dalam kunjungannya, Wabup Mimik didampingi oleh pihak kontraktor pelaksana dan Kepala SMPN 2 Tulangan. Ia menegaskan pentingnya disiplin terhadap spesifikasi dan perencanaan proyek.

“Pembangunan ini harus diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada pengurangan kualitas. Saya berharap gedung ini segera bisa dimanfaatkan untuk menunjang kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya wilayah Tulangan,” pungkas Mimik.(adv/za)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru