GRESIK | B-news.id - Program dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan desa dan kelurahan lebih berdaya dan bisa meningkatkan kesejahteraan warganya adalah dengan membuat koperasi merah putih di setiap desa dan kelurahan.
Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang merespon dengan cepat, bahkan hingga tanggal 25 April 2025, sudah hampir mencapai 100 persen desa/ kelurahan yang membentuk koperasi merah putih berdasar musyawarah desa.
Baca juga: KKN-BBK UNAIR ke-7 di Gresik Mengangkat Inovasi Kolaborasi
Langkah nyata membentuk koperasi Merah Putih ini juga di tindak lanjuti dengan mengundang notaris di masing masing wilayah kecamatan untuk membuat akta notaris terkait pendirian koperasi, para notaris ini di kumpulkan pada gedung WEP 1, bersamaan para kepala desa, lurah, camat, ketua koperasi masing masing desa/ kelurahan berkumpul di gedung WEP 2 dalam acara " Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Gresik ".
Bupati Gresik H Fandi Ahmad Yani dalam sambutannya menyampaikan program yang di canangkan oleh Presiden RI mesti di dukung, dan di aplikasikan di masing masing desa/ kelurahan.
"Karena koperasi di masing masing desa ini bertujuan untuk mensejahterakan warga setempat, maka bagi kepala desa atau kepala kelurahan yang tidak mendung program ini, maka ADD dan BK jangan di cairkan terlebih dahulu, didikahkan minta tanda tangan di rumah dan saya tinggal tidur," tegas Gus Yani di depan lurah dan kades se kabupaten. Jumat (25/4).
Dinas Koperasi Jawa Timur, yang hadir di gedung WEP memberikan apresiasi bagi pemkab Gresik yang dengan gerak cepat memberikan arahan bagi desa dan kelurahan untuk melaksanakan musyawarah desa untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.
Baca juga: 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional Dilantik
"Hingga kemarin, tercatat desa dan kelurahan yang sudah melaksanakan musyawarah desa terkait pembentukan koperasi sebanyak 250 desa/ kelurahan, dari total 356 desa/ kelurahan sekabupaten Gresik," terangnya.
Staf ahli dari Kementerian Koperasi yang ikut hadir di WEP 2 menyambut gembira soal respon cepat dari Pemkab Gresik dan juga dukungan penuh dari Pemkab serta stake holder seperti bank milik pemerintah, pabrik yang memproduksi kebutuhan masyarakat luas.
Baca juga: Bupati Gresik Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Wisata Edukasi GUS di Balongpanggang
Saat sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan muncul, misalnya di lingkungan desa/ kelurahan tersebut ada koperasi dengan asset 2 milyar, berarti koperasi yang baru kalah saingan, ada pertanyaan di desa yang banyak persawahan akan membuat usaha pengeringan gabah, sementara koperasi yang baru berdiri belum punya modal, ada juga pertanyaan di daerah nelayan ada pabrik es yang ditangani oleh DKP, cuma saat ini tidak berjalan, apa di akuisisi.
Semua pertanyaan di jawab oleh Bupati Gresik dengan bijak, kalau dilingkungan sudah ada koperasi yang besar, maka koperasi merah putih mesti tetap berdiri dan ber usaha, bisa dengan koalisi bisa juga membuka bidang usaha yang lain, soal membeli alat pengering gabah, segera berkordinasi dengan bank milik pemerintah untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah.
Pabrik es yang sudah tidak ber operasi milik DKP, ajak ngomong pemiliknya, dan tawarkan kerja sama atau sekalian dikontrak dengan harga yang wajar, asal semua mau ber gerak, pasti koperasi yang baru berdiri ini akan berjalan. (*)
Editor : Zainul Arifin