GRESIK | B-news.id - Beragam cara dilakukan oleh pendidik untuk melatih, membiasakan agar para siswa siswinya mempunyai karakter muslim yang tangguh ditengah gempuran tehnologi serta arus budaya yang kadang jauh dari ahlak serta moral.
SMP Muhammadiyah 4 (SPEMUPAT) Kebomas, Gresik mempunyai program unik, yaitu "Nyantri Sewengi". Kegiatan religi yang diagendakan sebulan sekali di bagi menjadi kelompok siswa putra dan putri.
Baca juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Berlangsung di Masjid At Taqwa Giri Kebomas, giliran siswa putra mengikuti program Nyantri Sewengi. Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan ini dengan serius. Meski hujan deras mengguyur, hal itu tidak menyurutkan semangat peserta untuk ambil bagian aktivitas di masjid yang berlokasi di komplek Perguruan Muhammadiyah Giri ini. Jumat ( 24/1).
Kepala SPEMUPAT, Eny Wahyudin, menuturkan 'Nyantri Sewengi' sedikit mengadopsi program di pondok-pondok pesantren. Diharapkan, program ini bisa memberikan bekal spiritual kepada para siswa di sekolah yang dipimpinnya.
Materi yang disampaikan, di antaranya Tadabbur ayat Al Quran, Muhadhoroh, Qiyamul Lail , memahami makna bacaan sholat, dan pengembangan bahasa Arab dan Inggris.
Baca juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
Meski cuma sewengi (semalam), lanjutnya, semua peserta tetap mengikuti dengan serius. Di sesi akhir kegiatan, akan ada ujian bagi peserta untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman para siswa terhadap materi yang mereka terima dalam program semalam ini.
Agus Wahyudi, Ketua Takmir Masjid At Taqwa Giri yang juga Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, saat membuka kegiatan malam ini mengatakan, siapa yang bersungguh -sungguh pasti akan berhasil. Motivasi ini diberikan agar para peserta tidak menganggap remeh dan leha-leha dalam mengikuti program ini.
“Man jadda wa jada. Karena itu, jangan meremehkan orang lain dan jaga pertemanan, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, “pesannya.
Baca juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Beberapa peserta yang dimintai tanggapannya mengaku, kegiatan ini sangat bermafaat. Selain menambah pengetahuan dan pemahaman akan ajaran Islam, wawasan mereka jadi bertambah luas dalam memahami dan menyikapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, mereka merasa bangga sebagai Muslim begitu mengikuti dan mencerna materi-materi yang disampaikan narasumber.
“Alhamdulillah, dengan kegiatan ini jadi bertambah wawasan ke-Islaman saya dan teman-teman,” kata Edgar, salah satu peserta Nyantri Sewengi. (*)
Editor : Zainul Arifin