Mendapat Perlakuan Kasar, Keluarga Calon Pasien Mengamuk di Ruang IGD RS Al- Huda Gambiran

b-news.id
Oknum dokter jaga IGD RS Al-Huda Gambiran ( kiri) sempat bersitegang dengan keluarga calon pasien (kana). (Irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Ketenangan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Al-Huda Gambiran tiba-tiba geger, lantaran seorang keluarga calon pasien BPJS mengamuk pada seorang dokter yang sedang bertugas jaga di ruang IGD, Selasa (1/8/2023) sore.

Pasalnya, keluarga calon pasien BPJS tersebut merasa mendapatkan intimidasi secara verbal dari dokter yang belakangan diketahui berinisial E saat memeriksa keluarganya di ruang IGD RS Al-Huda Gambiran.

"Saya saat menunjukkan dan meminta penjelasan apakah keluarga saya bisa dirawat inap di Al-huda ini malah saya dibentak-bentak mas," seperti dituturkan oleh Keluarga calon pasien yang enggan disebut namanya.

Keributan itu nampak berlanjut hingga ke luar pintu IGD, lantaran saat di konfirmasi di hadapan awak media dan petugas pengamanan, alih-alih meminta maaf, justru E memungkiri apa yang telah ia lakukan pada pasien.

Sontak hal itu kembali memicu reaksi emosional dari keluarga calon pasien yang tak dapat dipungkiri, dilandasi pula oleh rasa kekhawatiran akan kesehatan keluarganya tersebut.

"Apa karena keluarga saya ini peserta BPJS lantas boleh diperlakukan dengan perkataan kasar seperti itu," ungkap perwakilan keluarga calon pasien dihadapan awak media.

Nomor antrian dan kartu peserta BPJS calon pasien. (Irw) 

Hal ini diperparah saat awak media berusaha menemui pihak Humas RS Al-Huda Gambiran, dr Suryadinata, namun Agendaris justru menyodorkan petugas Administrasi IGD dan seorang perawat IGD untuk menemui media.

Yang mana jelas-jelas sangat tidak berkompeten untuk menjawab segala pertanyaan awak media, terlebih berkaitan dengan mekanisme penanganan pasien BPJS dan umum.

Administrasi IGD RS Al-Huda, Nanik Sriwangi saat menemui awak media mengatakan, atas kejadian tersebut akan melaporkan ke pihak atasan RS Al-Huda terkait keluhan masyarakat yang sempat bersitegang dengan keluarga calon pasien BPJS tersebut.

"Kita akan membuat kronologisnya dulu kemudian kita akan laporkan ke atasan kami," jawab Nanik Sriwangi di ruang tata usaha RS Al-Huda.

Sebab bukan kewenangannya untuk bertanya jawab dengan awak media, tak pelak terdapat pernyataan yang kurang tepat terlontar dari keduanya saat ditanya mekanisme bila terdapat calon pasien yang merasa butuh untuk mendapatkan rawat inap.

"Yang menentukan apakah calon pasien BPJS perlu di rawat inap ataukah tidak, itu kewenangan dokter yang memeriksa kesehatan pasien," kata perawat yang tertera melalui ID Cardnya bertugas sebagai petugas Administrasi IGD RS Al-Huda Gambiran.

Sementara keluarga calon pasien BPJS tersebut menolak untuk melanjutkan pemeriksaan kesehatan dan memilih untuk membawa keluarganya ke RSUD Genteng atas beberapa kekhawatiran.

"Kita bawa ke RSUD saja mas, saya khawatir kalau dipaksakan di rumah sakit ini nanti keluarga saya akan diperlakukan seenaknya," pungkasnya. (irawan)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru