BANYUWANGI | B-news.id - Dalam sepekan terakhir tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan melakukan penangkapan beberapa terduga teroris di sejumlah kota di Jawa Timur.
Selain di kota Malang, Tulungagung dan Surabaya, salah satunya tim Densus 88 juga menangkap seorang warga Banyuwangi, yang diduga terlibat jaringan teroris di Indonesia, pada Sabtu (3/6/2023) siang.
Tim Densus 88 Antiteror mengamankan SNY (42) di rumahnya, di kawasan Dusun Susukan Kidul, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi sekitar pukul 12.30 WIB.
Hal itu dibenarkan Haidir Sidqi, Kepala Desa Gladag, namun dirinya mengaku mendapatkan informasi tersebut dari aparat Densus 88 usai aksi penangkapan dilakukan.
"Yang jelas, kami selaku Kepala Desa, mengetahui kejadian penangkapan itu setelah selesai kejadian," tegas Haidir.
Tak banyak informasi yang dapat digali oleh wartawan B-news.id dalam penangkapan tersebut, lantaran proses penangkapan yang berlangsung sangat cepat.
Lebih lanjut Haidir menerangkan bahwa warganya tersebut memiliki lembaga pendidikan yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) At-Taubah di rumahnya.
"Setahu kami, beliaunya adalah seorang Pengacara dan Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta," terang Haidir pada awak media.
Selain berprofesi sebagai pengacara dan dosen, terduga teroris juga memiliki lembaga pendidikan PKBM At-Taubah, di rumahnya Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. (Ist)
Warga sekitar menuturkan bahwa SNY adalah sosok yang dikenal Low profile dan banyak terlibat dalam banyak kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat.
Bahkan rekan maupun koleganya seakan tak percaya bila SNY ditangkap lantaran terkait jaringan terorisme, salah satunya adalah pengamat kebijakan publik dan pembangunan Banyuwangi, Andi Purnama, ST, MT.
"Tuduhan dugaan terorisme itu sangat paradoks atau sesuatu terbangun terbalik dari apa yang saya ketahui tentang profile keseharian yang bersangkutan," ungkapnya.
Atas minimnya informasi terkait penangkapan terduga teroris itu, Jurnalis B-news.id berusaha mengkonfirmasi kejadian tersebut pada Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Agus Winarno, melalui sambungan telepon.
"Mohon maaf, kami belum terima kabar tersebut sebab kami masih di luar kota ini, jika nanti sudah masuk informasinya segera kami kabari, nggeh," ucap Iptu Agus.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait penangkapan tersebut, apakah warga yang ditangkap itu lantaran terkait jaringan terorisme ataukah bukan. (irw)
Editor : Zainul Arifin