KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Sebanyak 56 Waralaba di Kabupaten Mojokerto diduga menjual / mengedarkan barang mainan anak impor ilegal.
Pasalanya, mainan anak merk Emco yang diimpor oleh PT Emway Globalindo, Jakarta, yang beredar di Kabupaten Mojokerto tidak ditemukan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) pada setiap barang mainan anak, apalagi barang mainan anak impor.
Dengan tidak ditemukan SNI pada setiap barang mainan anak yang diimpor tersebut, patut diduga barang impor ilegal.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum LKHK Barracuda Indonesia Hadi Purwanto dihadapan para awak media di Kantor Barracuda Indonesia, Jln. Banjarsari Nomor 59, Desa Kedung Lengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (1/6/2023).
"Saya sudah melakukan investigasi, ditemukan satu bukti peredaran barang impor ilegal di 50 Alfamart dan 6 Alfamidi sehingga total barang mainan anak impor yang beredar di Kabupaten Mojokerto sebanyak 56 Waralaba." ungkapnya.
Ia melanjutkan barang bukti berupa mainan anak impor Merk EmCo dan PT Emway Globalindo sudah saya serahkan kepada penyidik Kepolisian,
"Barang mainan anak impor tersebut dapatkan dari berbagai waralaba yang saya beli secara acak di 50 Alfamart dan 6 Alfamidi di Wilayah Kabupaten Mojokerto," jelasnya.
Hadi melanjutkan, surat laporan saya dengan Nomor : 18/BRI/HKM/lol/2023 tertanggal 26 Pebruari 2023 tentang dugaan tindak pidana memasukkan barang mainan anak impor produk dari Cina, yang diimpor oleh PT Emway Globalindo, Jakarta,
"EmCo Fun With Colors dan EmCo Super Dough tidak ditemukan tanda SNI, produk dari Cina yang diimpor PT Emway Globalindo, Jakarta tidak terdaftar pada sistem database SNI dari Badan Standar Nasional (BSN) Indonesia sebagai produk yang telah memberlakukan SNI mainan anak," ungkap Hadi.
Ia menambahkan, semoga masalah ini bisa diusut tuntas sebab perdagangan mainan anak impor yang beredar tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku bisa merugikan keuangan negara. "Selain itu, juga berdampak kesehatan dan keselamatan anak serta berpotensi merugikan produsen mainan anak dalam negeri," pungkasnya. (ram)
Editor : Zainul Arifin