Daftar Panjang Kasus Gantung Diri di Kabupaten Banyuwangi Kian Bertambah

b-news.id
Petugas medis puskesmas Wonosobo tengah melakukan pemeriksaan jasad korban aksi bunuh diri dikediaman korban, Minggu (14/5/2023).(irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Belum genap sebulan kasus gantung diri terjadi di wilayah kecamatan Genteng, kini terjadi lagi di wilayah hukum Polsek Srono, Banyuwangi, Minggu (14/5/2023) siang.

Depresi masih menjadi dugaan pemicu utama dari maraknya kasus aksi gantung diri, dan yang lebih mirisnya lagi, korban masih tergolong pemuda usia produktif.

Kasus gantung diri kali ini menimpa korban berinisial IMK, pemuda 34 tahun asal desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adik korban, dalam posisi tergantung diatap dapur rumah orang tuanya sendiri, dengan seutas tapi melilit di lehernya sekitar pukul 11.00 WIB.

Menyaksikan sang kakak dalam posisi tergantung tak bernyawa sontak membuatnya histeris dan memanggil kedua saksi lainnya dan menghubungi kepada dusun.

Kapolsek Srono, AKP Achmad Junaedi bersama anggota yang datang ke lokasi, dibantu petugas kesehatan dari puskesmas Wonosobo, segera melakukan pemeriksaan.

"Hasil pemeriksaan, oleh petugas kesehatan dari puskesmas Wonosobo dibantu unit reskrim polsek srono, tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,selain tanda bunuh diri," terang AKP Ach Junaedi.

Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, maka mengindikasikan bahwa penyebab hilangnya nyawa korban adalah murni bunuh diri.

Kapolsek Srono menerangkan, bahwa berdasarkan pemeriksaan Visum et Repertum luar dapat disimpulkan penyebab matinya korban adalah murni bunuh diri. (Irw) 

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalis B-news.id mendapati, bahwa korban mengalami depresi sejak sepeninggal ibunda tercinta, ditandai dengan perubahan pribadi korban menjadi introvert.

Hal ini dituturkan oleh AKP Ach Junaedi berdasarkan keterangan saksi-saksi yang menyatakan terdapat perubahan pada pribadi korban. bahkan, ini adalah kali ketiga korban berupaya bunuh diri.

"Sebagai catatan, bahwa korban sebelumnya sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri, namun selalu berhasil dicegah oleh keluarga," ungkapnya.

Kapolsek Srono juga menambahkan, untuk perkirakan waktu matinya korban diperkirakan sekitar pukul 10.45 WIB, ditandai dengan tubuh korban masih lemas saat diturunkan dari tali gantungan.

AKP Ach Junaedi menghimbau kepada masyarakat Banyuwangi, khususnya masyarakat kecamatan Srono, bahwa peran keluarga cukup signifikan dalam mencegah potensi aksi bunuh diri oleh anggota keluarga yang sedang mengalami depresi.

"Orang yang ingin melakukan bunuh diri itu sering kali merencanakan aksinya secara diam-diam, jadi peran keluarga cukup penting seperti menjadi pendengar yang baik misalnya," pungkasnya.

Catatan jurnalis B-news.id, bahwa apa yang menjadi himbauan Kapolsek Srono tersebut memang benar adanya, mayoritas korban aksi bunuh diri yang disebabkan oleh depresi, terjadi akibat orang-orang disekitar korban terlambat mendeteksi perubahan perilaku pada diri korban.

Mulailah dengan menjadi pendengar yang baik untuk keluarga kita yang tengah mengalami Depresi, dan jangan pernah biarkannya dalam kondisi sendirian atau kesepian, bila diperlukan, segera ajak keluarga kita untuk konsultasi kepada Psikiater. (irw)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru