Dugaan Lambannya Penanganan Korban Laka Lantas

Direktur RSUD Genteng Banyuwangi Berkelakar di Media, Ini Reaksi Keluarga Korban

b-news.id
Unggahan media online banyuwangi, yang memuat statement Direktur RSUD Genteng, Dr.Hj Siti Asiah Anggreini, M.MRS, di hari minggu (7/5/2023).(irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Pasca munculnya pemberitaan terkait keluhan keluarga korban laka lantas, atas lambannya pelayanan RSUD Genteng dalam memberikan rujukan, dengan dalih alat CT Scan rusak.

Tak kurang dari 24 jam, Direktur RSUD Genteng, Dr.Hj Siti Asiah Anggraeni, M.MRS, memberikan statementnya pada salah satu media online Banyuwangi, Minggu (7/5/2023).

Dalam narasinya, dikutip dari media Storyjatim.com, Siti Asiah berkata bahwa pihak RSUD Genteng berencana akan melakukan pengadaan alat pemindai otak (CT Scan), berdalih melengkapi fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia di RSUD Genteng.

"Untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang sebelumnya belum kami miliki, agar pasien yang memerlukan tindakan CT Scan, dapat dilayani tanpa harus dirujuk," dalih Siti Asiah pada unggahan Storyjatim minggu, (7/5/2023) pukul 20.06 WIB.

Diberitakan sebelumnya, pasien laka lantas yang datang dalam kondisi tak sadarkan diri (koma), atas saran dari pihak RSUD Genteng, pasien dirujuk ke sebuah RS Swasta di Gambiran, setelah lebih dari 3 jam mendapatkan perawatan di RSUD Genteng.

Petugas yang menemui perwakilan keluarga menyampaikan, dirujuk karena alat CT Scan sedang rusak, hal itu diungkapkan oleh beberapa keluarga pasien saat ditemui jurnalis B-news.id di depan ruang ICU salah satu RS Swasta di Gambiran, Jumat malam.

Hal ini sungguh bertolak belakang dengan apa yang dinarasikan oleh Direktur RSUD Genteng di media, yang menyatakan, bahwa pihaknya selama ini belum pernah memiliki alat pemindai otak atau CT Scan.

Menanggapi pernyataan Direktur RSUD Genteng, berselang kurang lebih satu jam dari pemberitaan tersebut, perwakilan keluarga pasien yang akhirnya meninggal dunia di RS Swasta itu, memberikan reaksinya.

"Ini substansinya bukan ada atau tidak adanya alat CT Scan di RSUD, namun yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa tidak segera dilakukan rujukan ke RS lainnya," tegas perwakilan keluarga yang ingin identitasnya tidak dipublikasikan.

Melalui sambungan telepon, perwakilan keluarga pasien membeberkan pada B-news.id, ihwal dirinya saat perjalanan menuju RSUD menerima telepon yang mengabarkan bahwa iparnya akan dirujuk ke RS Swasta.

"Jam 16.10 WIB dikabari, saya jawab tolong di segerakan, tapi kenyataannya saya tiba di RSUD 90 menit kemudian, pasien belum juga dirujuk padahal pasien kritis," bebernya.

"Saya sempat tanyakan apakah ada kendala, malah jawabannya sopir ambulan masih sholat, akhirnya saya marah mas," imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya menjlentrehkan alasan dirinya marah saat mendapatkan jawaban yang kurang rasional dari petugas RSUD untuk menjelaskan rentang waktu selama 90 menit mengapa tidak segera dirujuk.

"Lho dari jam 4 tadi ngapain aja, ini keluarga saya sedang kritis dan harus segera dilakukan tindakan untuk cidera serius di kepala nya, kalau ada apa-apa gimana, apakah kalian mau bertanggung jawab," jlentrehnya.

Pada akhirnya pasien dirujuk dari RSUD Genteng ke RS swasta kurang lebih sekitar pukul 18.00 WIB, dan tiba di RS swasta Gambiran langsung mendapatkan perawatan lanjutan meski kondisi pasien tidak lagi stabil.

Namun takdir berkata lain, pasien atas nama AE (42) asal Kertosari, Banyuwangi tersebut, akhirnya tutup usia setelah 13 jam berjuang antara hidup dan mati.

Diduga penyebabnya tak segera mendapatkan pertolongan medis untuk perdarahan di otaknya, pasca terlibat kecelakaan dahsyat di jalan Raya Jember-Banyuwangi pada Jumat siang.

Dilansir dari laman situs alodokter.com, untuk korban kecelakaan yang tidak sadarkan diri (koma) seharusnya segera di lakukan CT Scan untuk memastikan apakah korban mengalami retak pada tengkorak atau cidera otak yang serius.

Dengan adanya hasil CT Scan maka dokter akan mendapatkan gambaran kondisi kepala korban, sebagai bahan evaluasi dokter apakah korban perlu segera dilakukan operasi ataukah tidak untuk menghindari resiko kematian.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis B-news.id masih berusaha untuk dapat melakukan konfirmasi langsung pada Direktur RSUD Genteng, untuk mendapatkan tanggapan atas tudingan lambannya pelayanan dar RSUD Genteng. (irw)

https://b-news.id/baca-3546-diduga-gegara-alat-ct-scan-rsud-genteng-rusak-nyawa-korban-kecelakaan-tak-tertolong-

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru