BANYUWANGI| B-news.id - Aksi pelemparan batu terhadap bus pariwisata kembali terjadi di jalur pantura Banyuwangi, tepatnya di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Senin (1/5/2023) dini hari.
Pelemparan batu yang dilakukan oleh orang tak dikenal ini, sekurang-kurangnya menyebabkan 4 bus dan 1 mobil travel jenis Elf, mengalami kaca pecah bagian depan dan samping.
Bus pariwisata yang menjadi korban pelemparan batu tersebut berjalan di sisi barat jalan raya Wongsorejo, dari arah Situbondo mengarah ke pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Kapolsek Wongsorejo, AKP Sudarso membenarkan adanya laporan aksi pelemparan batu terhadap bus pariwisata yang melintas di wilayahnya, hingga berita ini diturunkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pelemparan tersebut.
"Kita masih melakukan serangkaian penyelidikan, untuk mengungkap pelaku pelemparan batu yang meresahkan pengguna jalan," ungkap AKP Sudarso pada jurnalis B-news.id melalui sambungan telepon.
Bus Pariwisata yang menjadi korban pelemparan sedang ditutup kardus. (Ist)
Tak ayal aksi pelemparan batu yang tak sampai menelan korban jiwa maupun luka berat tersebut, ramai diberitakan di pelbagai media, namun tak sedikit menuai kritik dari warganet yang menuding peristiwa tersebut dipicu oleh aksi ugal-ugalan bus di jalan raya.
Seperti beberapa komentar yang dikutip dari kolom komentar unggahan medsos media online Banyuwangi, saat mengunggah video bus korban pelemparan berjajar di depan Mapolsek Wongsorejo, untuk melaporkan kejadian tersebut.
Seperti komentar yang ditulis oleh akun instagram @anwarputro, dirinya berkomentar bahwa aksi pelemparan tersebut diduga kuat akibat pelaku pelemparan yang kesal terhadap aksi ugal-ugalan bus yang melintas.
"Ada akibat pasti ada sebab, saya memang tidak mendukung aksi lempar kaca mobil, saya yakin apa yang pelaku lakukan itu juga dari sebuah sebab yang terjadi, meski yang menjadi sasaran mereka ambil random, intinya adalah bus yang ugal-ugalan," tulisnya.
Tak sampai disitu saja, pemilik Channel YouTube, Channelnya Pak AW ini juga mempertanyakan kepada pihak kepolisian, tentang kerap dirinya saksikan mobil Patwal Polisi mengawal bus pariwisata dengan kecepatan tinggi.
"Buat Bapak-bapak Kepolisian, kenapa mengawal Bus Pariwisata, dan bahkan dengan kecepatan tinggi. apakah dalam keadaan darurat perang Bus Pariwisata sampai dikawal, keurgensiannya dimana? ayolah, warga juga bayar pajak, jalan raya milik bersama bukan milik Bus Pariwisata," tulisnya geram.
Tak berbeda dengan komentar yang diberikan akun instagram @ronyhamzah8, bahkan menuliskan bahwa dirinya sudah enggan melewati jalur pantura Banyuwangi lagi, akibat perilaku ugal-ugalan bus dan kendaraan travel berjenis Elf.
"Saya udah ogah lewat sana lagi, sebab Bus dan Elf (travel) kalau lewat ugal-ugalan, sering memotong atau mengambil jalur berlawanan, ugal-ugalan membahayakan pengendara motor," tulis akun @ronyhamzah8.
Ungkapan senada juga dituliskan oleh akun instagram @ricoo_af, dirinya mengungkapkan pengalamannya saat dari arah berlawanan terdapat bus sedang mendahului dan membuatnya turun hingga ke bahu jalan.
"Kemarin aku dibikin kesal saat dari Situbondo ke Banyuwangi, sopir busnya ugal-ugalan sewaktu akan mendahului, kalau ada batu sudah aku lempar itu busnya. Ambil jalan orang seenaknya sampai aku turun dari aspalnya," ungkap Rico.
Beragam tanggapan pro dan kontra yang diungkapkan oleh netizen Banyuwangi, selain mengeluhkan aksi ugal-ugalan sopir bus yang tak mengindahkan keselamatan pengendara lainnya, juga terdapat beberapa keluhan terkait LPJU yang tak berfungsi di sepanjang jalur Situbondo - Banyuwangi. (irw)
Editor : Zainul Arifin