BANYUWANGI | B-news.id - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di dalam mobil di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Rabu (26/4/2023).
Polsek Kalipuro yang tiba di lokasi, langsung melakukan pemeriksaan kondisi mobil dan korban yang berada di dalamnya.
Pria tersebut diduga tewas akibat serangan jantung, sebab dari pemeriksaan polisi ditubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Kalipuro, AKP Hadi Waluyo, melalui sambungan WhatsApp, saat dikonfirmasi jurnalis B-news.id.
Korban diketahui berinisial AS (46) asal Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pertama kali ditemukan, korban dalam posisi duduk bersandar dibalik kemudi.
AKP Hadi Waluyo menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh Saksi SN (39) yang merupakan istri korban sendiri, sesaat setelah membeli buah untuk korban.
"Yang pertama kali menemukan istrinya, sebelumnya korban meminta istrinya untuk membeli buah," ucap AKP Hadi Waluyo.
Lebih lanjut AKP Hadi Waluyo Membeberkan kronologi awal, sebelum akhirnya korban oleh saksi ditemukan sudah tak bernyawa.
Diketahui korban berangkat dari rumah sekira jam 10.00 Wib, dengan maksud mengantar sang istri untuk berbelanja ke salah satu pusat perbelanjaan di banyuwangi kota.
"Korban bersama saksi, mengendarai Chevrolet Spin warna putih dengan Nopol P 1579 VC menuju ke arah banyuwangi kota, tepatnya ke Toko Vionata," bebernya.
"Sekembalinya dari Vionata itulah, korban masih bersama istri akhirnya berhenti di jalan Yos Sudarso," imbuhnya.
Masih menurut keterangan AKP Hadi Waluyo, korban tiba di TKP dan memarkirkan kendaraannya sekira jam 14.00 Wib, dengan maksud untuk membeli buah-buahan.
"istrinya yang turun, korban menunggu di mobil, korban minta dibelikan buah anggur dan jeruk pada istrinya," pungkasnya.
Sontak saksi SN menjerit histeris, manakala saat kembali ke mobil didapati suaminya sudah tak lagi bernyawa, sontak jeritan saksi mengundang warga di sekitar SPBU Klatak berdatangan.
Hingga berita ini diturunkan, sebab matinya korban belum terungkap, sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. (irw)
Editor : Zainul Arifin