BANYUWANGI | B-news.id - Ada yang menarik di penghujung ramadhan ini, sejumlah wilayah di Indonesia akan menyaksikan fenomena Gerhana matahari yang sangat langka, yaitu Gerhana matahari hibrida.
Fenomena Gerhana matahari hibrida merupakan fenomena astronomis yang akan terjadi di sebagian wilayah Pasifik dan Samudera Hindia, termasuk sebagian wilayah di Indonesia pada kamis (20/04/2023) mendatang.
Gerhana matahari hibrida adalah fenomena yang cukup langka, lantaran hanya terjadi beberapa kali di setiap abadnya.
Menurut peneliti pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang (30) mengatakan, bahwa fenomena matahari hibrida berdampak bagi bumi. Fenomena tersebut akan menyebabkan perubahan suhu, kondisi langit, serta prilaku pada hewan.
"Salah satu perubahan ketika Gerhana matahari terjadi adalah langit yang awalnya terang berubah menjadi gelap seperti malam hari" ucapnya
Andi juga menyampaikan bahwa planet-planet di atas ufuk atau garis pemisah antara bumi dan langit akan terlihat ketika Gerhana matahari terjadi.
Selain perubahan langit menjadi gelap, Andi juga mengutarakan di wilayah yang mengalami Gerhana matahari akan mengalami penurunan suhu.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang. (Ist)
"Suhu udara akan menurun di wilayah yang mengalami Gerhana matahari, penurunan suhunya sebesar 4 hingga 5 derajat Celsius," ungkapnya.
Andi juga mengutarakan perubahan suhu dapat terjadi pada Gerhana matahari total maupun Gerhana matahari cincin.
Perubahan lainnya menurut Andi adalah perubahan prilaku pada hewan nocturnal selama fenomena ini terjadi. Hewan nocturnal adalah hewan yang tidur di siang hari dan beraktivitas di malam hari.
"Perubahan prilaku contohnya burung hantu, dia sesaat akan terbang selama fenomena Gerhana terjadi, dan akan tidur kembali setelah fenomena ini berlalu," ujar Andi.
Lebih lanjut Andi juga menambahkan, bahwa Gerhana matahari kali ini sangat berpengaruh pada tingkat ketinggian pasang air laut, dirinya pun menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di pantai selama fenomena ini terjadi.
"Pasang air laut akan meningkat selama fenomena Gerhana matahari, jadi saya sarankan agar warga tidak beraktivitas di pantai atau berlayar selama fenomena ini terjadi," pungkas peneliti lembaga yang dulu bernama LAPAN. (irw)
Editor : Zainul Arifin