SURABAYA | B-news.id -Meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menggelar rapat internal pada Selasa (3/3/2026) guna membahas langkah antisipasi bagi warga Kota Pahlawan.
Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan mengimbau warga Surabaya untuk menunda rencana bepergian ke luar negeri.
Baca juga: GOW Kota Surabaya Tebar Kepedulian Ramadhan, Salurkan 38 Ribu Bantuan untuk 7.250 Warga
“Kemarin kita rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu, ketika ada suasana yang seperti ini,” ujar Wali Kota Eri.
Selain mengimbau warga yang berada di dalam negeri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. Wali Kota Eri meminta mereka untuk meningkatkan kehati-hatian, terus memantau perkembangan situasi, dan mengikuti arahan otoritas setempat demi keselamatan.
“Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati,” katanya.
Baca juga: Inilah Keseruan Ngabuburit di Tugu Pahlawan Surabaya
Menurutnya, dinamika perang sulit diprediksi karena serangan dapat terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar warga tidak menganggap enteng situasi yang berkembang dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga Surabaya tetap berhati-hati,” tuturnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Permanen Atasi Genangan di Tanjungsari
Terkait langkah koordinasi, Wali Kota Eri menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia guna memastikan jumlah warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak.
“Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag), agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana,” pungkasnya.(*)
Editor : Redaksi