KUA Kebomas dan FAI UMG Teken MoU Strategis, Terkait Penyiapan Generasi Emas

Reporter : Ali Sugiarto
Penandatanganan MOu di hall UMG. (ali)

GRESIK | B-news.id – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebomas menyongsong visi Indonesia Emas 2045. 

Bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Agama Islam (FAI) UMG dengan KUA Kebomas tentang kerjasama Penatalaksanaan Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Bidang Agama di Lingkungan Pendidikan Tinggi.

Baca juga: BPS dan Pemkab Gresik Kunci Sinergi Data Melalui MoU, Prioritaskan Kebijakan Berbasis Data Tunggal

​Lingkup kerjasama ini mencakup seminar edukasi, pendampingan, hingga pengabdian masyarakat yang bertujuan mengintegrasikan keilmuan akademis dengan realitas problematika umat di lapangan.

Laboratorium Kehidupan di Kampus

Dekan FAI UMG, Dr. Hasan Basri, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif "KUA Goes to Campus" ini. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa tidak cukup hanya di ruang kelas atau jurnal ilmiah.

"KUA menghadirkan realitas umat yang sesungguhnya—mulai dari isu perceraian hingga konflik keagamaan. KUA adalah laboratorium kehidupan. Mahasiswa dan dosen perlu bersinergi dengan KUA untuk belajar problem solving berbasis keilmuan Islam (Fiqih) sekaligus mencegah isu-isu krusial seperti pelecehan seksual di lingkungan pendidikan," tegas Dr. Hasan.

​Kepala KUA Kebomas, H. Khalili, M.Pd.I, menekankan bahwa keluarga adalah indikator utama kemajuan sebuah bangsa. Negara yang kuat lahir dari keluarga yang hebat.

"Mengapa kami memilih UMG? Karena mahasiswa harus menjadi subjek, bukan sekadar objek. Kami berharap adik-adik menjadi Duta Kemenag dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan kuat di tengah masyarakat," harap Khalili.

​Kegiatan diisi dengan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bertajuk "Marriage Ready, Not Just Wedding Ready". 

Baca juga: Pemkot Mojokerto MoU dengan Bapas Kelas I Surabaya

Imam Chanagi di depan mahasiswa UMG. (ali)

Pemateri utama, H. Imam Chanafi, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kebomas, membedah pentingnya kematangan diri sebelum melangkah ke pelaminan.

"BRUN adalah bekal penting agar mahasiswa mampu mengambil keputusan bijak. Kita menyiapkan fondasi yang kuat menuju rumah tangga yang harmonis dan langgeng, demi mencetak generasi berkualitas di tahun 2045," papar Imam Chanafi di hadapan para peserta.

Respon Positif Mahasiswa

Baca juga: Kejari Blitar dan Kodim 0808 Teken Perjanjian Kerja Sama

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa FAI UMG. Rori, salah satu peserta, memberikan testimoninya:

"Program KUA Goes to Campus ini membuka mata kami manfaat positif dimana banyak teman-teman saya yang tidak tahu seluk beluk pernikahan, terima kasih KUA Keboma," ujarnya 

Selama ini kami mengira KUA hanya tempat menikah, ternyata perannya sangat luas dalam membentengi mahasiswa dari problem sosial dan menyiapkan masa depan kami," tambahnya.

​Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Ketua Prodi PAI UMG, Dr. Noor Amirudin, Ketua Prodi PAUD UMG, Fitri Ayu Fatmawati, M.Pd, serta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kebomas.(*)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru