Semarak Hari Guru Nasional, Bupati Yani Tekankan Pendidikan di Gresik Harus Menyenangkan 

avatar Ali Sugiarto
Bupati Gresik di Hari Guru Nasional. (ist)
Bupati Gresik di Hari Guru Nasional. (ist)

GRESIK | B-news.id - Peringatan Hari Guru Nasional di Kabupaten Gresik, yang dilaksanakan di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Rabu (26/11) berlangsung meriah dan sarat pesan penting. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam acara tersebut menegaskan bahwa pendidikan di Gresik harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran.

Baca Juga: KKN-BBK UNAIR ke-7 di Gresik Mengangkat Inovasi Kolaborasi

Ia juga mengenang pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Qur’an sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujarnya.

Dalam semarak peringatan Hari Guru, Bupati Yani juga mengajak masyarakat untuk terus menghormati peran guru sebagai pilar peradaban.

“Muliakanlah gurumu. Semoga kalian bisa terus memuliakan guru-guru kita,” pesannya.

Baca Juga: 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional Dilantik

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Hariyanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah berjuang dan berdedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa.

 Ia menegaskan bahwa Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat profesionalisme pendidik untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Penghargaan ini diberikan untuk memantik semangat para guru agar semakin kuat dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa. Dedikasi guru hari ini adalah pondasi masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Gresik Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Wisata Edukasi GUS di Balongpanggang

Hariyanto juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Fandi Akhmad Yani dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Sejumlah capaian strategis telah terwujud, di antaranya 2.086 tenaga PPPK dan 670 PPPK paruh waktu yang telah diangkat, sehingga total mencapai 2.756 guru.

 Pemkab Gresik juga memberikan insentif bagi 3.206 guru PAUD non-sertifikasi, serta alokasi anggaran hampir Rp30 miliar untuk guru swasta, masing-masing sebesar Rp7,2 juta per tahun yang disalurkan langsung ke rekening guru. (*)

Berita Terbaru