Ketua DMI Kabupaten Gresik: Jadikan Masjid Ramah Anak dan Wanita

avatar Ali Sugiarto
Ketua DMI Kabupaten Gresik memberikan pengarahan saat pelantikan DMI Kecamatan Kebomas. (ist)
Ketua DMI Kabupaten Gresik memberikan pengarahan saat pelantikan DMI Kecamatan Kebomas. (ist)

GRESIK | B-news.id - Aneka persoalan yang dialami masing masing pengurus takmir masjid, tentu beragam pula penyelesaiannya, dan diperlukan seni serta menejemen tersendiri, demikian Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Zaenal Abidin memberikan wawasan pada pelantikan pengurus DMI Kecamatan Kebomas, Sabtu malam (1/11).

"Bagi pengurus masjid yang masjidnya ber operasi lebih dari 20 tahun, apakah ada gesekan antar pengurus ? Atau pengurus dengan jamaah ?," terang Zaenal memulai pencerahan bagi pengurus DMI.

Baca Juga: Festival Drumband Muda Karisma 2026 Lebih Meriah

Lebih lanjut dikatakan , pengurus DMI mesti punya tekad yang kuat, dan perlunya buta, tuli, ketika menghadapi sesama pengurus yang berbeda pendapat.

"Dan bagi masjid yang baru maupun masjid yang sudah lama ber operasi, kami ingatkan agar ramah terhadap anak, artinya anak yang ramai di dalam masjid terutama dalam pelaksanaan solat, mesti di arahkan dan jangan sampai hati dan pikirannya disakiti sehingga tidak suka masuk masjid, termasuk ramah terhadap wanita adalah di arena bersuci bagi wanita mesti tertutup dari luar," paparnya.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar

Pelaksanaan pelantikan DMI Kecamatan Kebomas di barengkan dengan peresmian penggunaan ibadah, masjid Birrul Walidain, di Desa Randuagung.

Ketua DMI Kecamatan Kebomas H Zainuri menyambut bangga di lantiknya pengurus DMI dan sekaligus dibarengkan dengan peresmian masjid.

Baca Juga: PWI Gresik Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

"Harapan kita segera melakukan musyawarah kerja setelah pelantikan ini, dan perlu ada perencanaan kegiatan yang kita lakukan ke depan agar DMI lebih bisa dirasakan manfaatnya bagi masjid dan bagi ummat, dan soal di barengkan dengan peresmian masjid ya dalam bahasa Jawa itu ngeras ngerus," ujar H Zainuri. (*)

Berita Terbaru