MAGETAN | B-news.id - Tim bola voli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia (PGPI) menunjukkan dominasinya saat mengalahkan TNI AU Electric dengan skor 3-0 (25-16, 25-22, 25-12) di babak Grand Final Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Sabtu malam (18/10).
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan tim binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu mempertahankan gelar juara di kompetisi antarklub kasta pertama Indonesia yang diselenggarakan dalam Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) ini.
Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Meskipun TNI AU Electric sempat mencoba mengejar lewat servis tajam, konsistensi serangan PGPI tidak mampu diimbangi, dan set pertama pun ditutup dengan skor meyakinkan 25-16.
Set kedua menjadi momen paling ketat. TNI AU Electric yang tak mau menyerah begitu saja bangkit dengan permainan lebih berani dengan menampilkan reli-reli panjang yang memukau.
Pertahanan TNI AU mulai rapat, dan smash dari Ersandrina Devega sempat beberapa kali mengancam. Namun keputusan time out yang tepat dari Pelatih Ayub Hidayat kembali menenangkan PGPI.
Lewat kombinasi serangan cepat dan defense yang disiplin, Petrokimia berhasil meraup poin-poin akhir dan mengamankan set kedua dengan skor tipis 25-22.
Set ketiga momentum sepenuhnya berada di tangan PGPI. Mental bertanding TNI AU Electric terlihat menurun drastis setelah gagal mencuri set kedua.
Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
Variasi servis jump float PGPI membuat receive TNI AU Electric sering tidak akurat, sehingga sulit membangun serangan yang terstruktur. Bahkan pemain pelapis PGPI yang masuk, tampil tenang dan penuh percaya diri.
Usai laga pelatih PGPI, Ayub Hidayat mengungkapkan kepuasan atas penampilan anak asuhnya yang ia nilai bermain disiplin dan memiliki mental juara.
"Alhamdulillah, hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kedisiplinan anak-anak selama persiapan. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan di lapangan, bahkan ketika berada di bawah tekanan di set kedua. Mental bertanding mereka sangat bagus. Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad kami. Kami berhasil mempertahankan gelar dan ini luar biasa," ujar Ayub.
Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Sementara itu, Alim Suseno pelatih TNI AU mengakui keunggulan PGPI dan menyebut hasil ini sebagai pelajaran berharga, terutama bagi para pemain muda.
"Kami sudah berjuang maksimal, terutama di set kedua. Namun, kami harus mengakui Petrokimia bermain sangat baik dan stabil. Di set ketiga, fokus anak-anak memang sudah buyar. Kami menurunkan mayoritas pemain junior yang minim pengalaman, level kami belum sebanding dengan Petrokimia saat ini, namun semangat juang tim patut diapresiasi," tukas Alim Suseno.
PGPI selain menerima medali dan piala bergilir serta piala tetap, juga menerima uang pembinaan sebesar Rp 125 juta. Sedang TNI AU Electric di samping menerima piala juga mendapat uang pembinaa sebesar Rp 75 juta. (*)
Editor : Zainul Arifin