SURABAYA | B-news.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah preventif dalam memperkuat tata kelola dan pendataan pondok pesantren (pontren) di Kota Surabaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya untuk memastikan seluruh pesantren di kota ini tertib secara administratif dan terverifikasi secara resmi.
Baca Juga: APBD Surabaya 2026 Disahkan, Mampukah Target Ambisius Pemkot Tercapai?
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk klarifikasi atas berbagai tudingan miring yang menyebut pondok pesantren di Surabaya belum tertib administrasi. Eri menegaskan, seluruh pesantren di kota pahlawan sudah memiliki legalitas yang sah.
“Sampai saat ini, ada 117 pondok pesantren di Surabaya yang sudah terdata secara resmi dan telah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Pemerintah kota memastikan semuanya sesuai aturan,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (15/10/2025).
Eri menambahkan, kerja sama dengan ITS bertujuan memperkuat sistem pendataan digital agar proses verifikasi pesantren lebih transparan dan terintegrasi dengan basis data pemerintah.
“ITS punya kapasitas di bidang teknologi data dan sistem informasi. Kita ingin pendataan ini akurat dan mudah diakses antarinstansi, terutama untuk mendukung penyaluran bantuan dan pembinaan pesantren,” ujarnya.
Baca Juga: Interupsi Setelah APBD Disahkan: Anggota DPRD Soroti Izin Rumah Kos dan Aset Pemkot yang Menganggur
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Surabaya, Fathul Mubin, menegaskan bahwa data pesantren di kota Surabaya sudah tercatat dengan baik di sistem Education Management Information System (EMIS) Kemenag.
“Hingga saat ini ada sekitar 117 pesantren yang tercatat di data Kemenag Surabaya. Pendataan ini penting agar tidak ada kesalahpahaman publik terkait legalitas lembaga,” jelasnya.
Langkah sinergis antara Pemkot, Kemenag, dan ITS ini juga disebut sebagai bentuk kepedulian Wali Kota Eri terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Diketahui, Eri Cahyadi merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Sidoresmo, Surabaya, sekaligus Ketua Ikatan Alumni ITS (IKA ITS).
“Pesantren adalah bagian penting dari sejarah dan peradaban kota Surabaya. Pemerintah wajib hadir memastikan pesantren berjalan dengan baik, tertib, dan berdaya,” tegas Eri.
Dengan kerja sama lintas lembaga ini, Pemkot Surabaya berharap pesantren dapat menjadi mitra aktif dalam pembangunan sosial dan pendidikan, tanpa terbebani persoalan administratif. “Kami ingin pesantren tetap fokus pada pembinaan santri dan pendidikan akhlak, sementara urusan administrasi akan kami bantu rapikan bersama,” tutup Eri.(rizal)
Editor : Zainul Arifin