Gelar Upacara Hari Jadi Jatim Ke-80, Ning Ita Tegaskan Harapan Gubernur Jatim, Jatim Tangguh Terus Bertumbuh

avatar Eko Purbo
Usai upacara Hari Jadi Jatim Ke-80, Ning Ita foto bersama Forkopimda Kota Mojokerto. (ist)
Usai upacara Hari Jadi Jatim Ke-80, Ning Ita foto bersama Forkopimda Kota Mojokerto. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang digelar di Lapangan Sasana Praja Abhipraya Balai Kota Mojokerto berlangsung khidmat pada Minggu (12/10).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Jawa Timur merupakan bukti daya tahan, kerja keras, dan kreativitas masyarakatnya. Dengan mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Dari Bumi Majapahit, kita terus menyalakan semangat persatuan dan kemajuan. Jawa Timur akan terus menjadi rumah bagi harapan, laboratorium inovasi, dan pusat pertumbuhan yang menginspirasi Indonesia,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Lebih lanjut, Peringatan Hari Jadi kali ini juga menjadi momentum refleksi atas capaian Jawa Timur sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II 2025 tercatat mencapai 5,23 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,5 persen, bahkan kemiskinan ekstrem menurun signifikan menjadi 0,66 persen.

Gubernur juga menyoroti peran penting sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan produksi padi mencapai lebih dari 12 juta ton, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan terbesar di Indonesia.

Tak hanya ekonomi dan pangan, Jawa Timur juga mencatat prestasi dalam pendidikan, lingkungan hidup, dan inovasi. Provinsi ini dinobatkan sebagai peringkat pertama nasional dalam implementasi ekonomi hijau dan transisi berkelanjutan, serta memiliki jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Melalui filosofi kerja Jatim Bisa (Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif) Gubernur mengajak seluruh warga untuk terus berkolaborasi dalam pembangunan.

“Pelaut yang hebat tidak lahir dari lautan yang tenang. Jawa Timur telah membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai tantangan dan terus tumbuh ke arah kemajuan,” disampaikan dalam sambutan tersebut.

Jajaran pejabat Pemkot Mojokerto usai upacara foto bersama Wali Kota Mojokerto Ning Ita. (ist)

Sebagai penutup, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bersatu dalam semangat “Tangguh Nyawiji, Tumuwuh Mulyo”, menegaskan tekad bersama menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

"Kami mengundang segenap warga Jawa Timur, apa pun profesinya, untuk bergerak bersama.

Dari petani hingga pengusaha, dari guru hingga profesor, dari pekerja hingga profesional.

kami membutuhkan panjenengan semua untuk bersama-sama mewujudkan impian Indonesia,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru