Hearing Bersama Komisi D, FAS Sampaikan 9 Poin Aspirasi Suara Anak Sidoarjo

avatar Zainul Arifin
Pimpinan DPRD Kabipaten Sidoarjo. (ist)
Pimpinan DPRD Kabipaten Sidoarjo. (ist)

SIDOARJO | B-news.id - Siang itu, Senin (6/10/2025) ruang rapat gedung DPRD Sidoarjo lantai dua dipenuhi puluhan anak-anak dan remaja usia sekolah berpakaian seragam merah.

Mereka duduk sejajar bersama di hadapan wakil rakyat. Rupanya mereka itu adalah rombongan Forum Anak Sekolah (FAS) dari perwakilan berbagai sekolah di Sidoarjo.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Siapkan Dana Rp200 M Pembebasan Flyover Gedangan, Bupati Subandi Pastikan Dimulai 2026

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua Komisi D, H Dhamroni Chudlori beserta beberapa anggotanya dan dua OPD dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas P3KB.

Mereka itu adalah anak-anak cerdas yang ingin menyampaikan 9 point aspirasi suara anak Sidoarjo terkait keterlibatan atau kiprah dan berbagai persoalan anak-anak di Sidoarjo.

Forum dialog pun dimulai. Anak-anak melontarkan opini-opini tajam dan kritis. Peserta diskusi yang dikemas dalam bentuk hearing ini juga getol menyuarakan hak anak secara independen, representatif, inklusif dan fleksibel. Forum diskusi ini seakan mewakili suara anak Indonesia.

Mereka berbicara dengan suara lepas dan polos. Rata-rata terdengar runtut dan teratur sehingga membuat wakil rakyat kagum mendengarnya saat pesan-pesan disampaikan olehnya.

Ada 9 poin usulan yang disampaikan dalam diskusi bersama FAS, bahkan ke sembilan point yang dideklarasikan tersebut dituangkan dalam bingkai foto selanjutnya untuk diserahkan kepada ketua komisi D DPRD Sidoarjo, H Dhamroni Chudlori.

Ketua Komisi D, H Dhamroni Chudlori dan H Usman, menyambut mereka dengan baik. Ada pula anggota Komisi D yang lain yang hadir, seperti Wahyu dan Sutaji, juga sangat terkagum-kagum saat anak-anak menyampaikan aspirasinya di ruang diskusi hearing. Ungkapan anak-anak berusia belasan tahun tersebut layak disimak seperti penampilan Ni Made Gita Prema Rahmadanti yang penuh memukau anggota dewan.

 “Jadi hari ini dari Forum Anak Sidoarjo (FAS) melakukan hearing bersama kami komisi D, ada 9 point yang disampaikan, termasuk salah satunya usulannya adalah sekolah ramah anak, tentunya ini harus menjadi antensi dari pemerintah kabupaten Sidoarjo yang lapay diapresiai,” kata Dhamroni, Senin (6/10/2025).

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo H Dhamroni Chudlori bersana anggota dan peserta saat penyerahan kenang- kenangan berupa pigora berisi 9 poin usulan dari FAS 2025. (foto: zainul / B-news.id)

Selanjutnya Dhamroni juga menyampaikan, bahwa harapan dari forum anak Sidoarjo ini, terdiri dari perwakilan yang membawahi perwakilan anak-anak dari sekolah-sekolah di Sidoarjo dengan berbagai tingkatan mulai SMP SMA dan SMK terpadai menuangkan gagasannya yang sangat baik untuk Kabupaten Sidoarjo.

“Masukan dari FAS adalah sangat bagus, ini yang menjadi antensi kami khususnya pemerintah Kabupaten Sidoarjo wajib memfasilitasi, apalagi Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan sebagai kabupaten layak anak. Nah, ini harus diimplemantasikan di lapangan bukan hanya sekadar mengejar penghargaan saja. tetapi kalau kemudian di lapangan masih terjadi kekerasan terhadap anak dan sebagainya, khan ya enggak nyambung dan harus dievaluasi,” papar legislator PKB ini.

Selain menyinggung kabupaten layak anak, lanjut Dhamroni, FAS juga menyoroti keberadaan sekolah inklusi. “Semua sekolah wajib menerima penyandang disabilitas, tidak boleh ada diskriminasi apalagi penolakan, itu juga enggak boleh. Itu masih terjadi di sebuah SMP, ceritanya pada saat dia di SMP Candi, waktu itu ada anak kebetulan disabilitas menjadi bahan bully lah, ini enggak boleh terjadi lagi di Kabupaten Sidoarjo sehingga peran semuanya pihak, peran pemerintah, peran guru terus kemudian juga peran orang tua dan juga siswa itu sendiri,” urai Dhamroni.  

“Untuk apa menghargai dan menghormati sesama itu yang paling penting penekanannya di situ saya mengapresiasi kegiatan forum anak ini luar biasa sekali kita support, tadi juga kita hadirkan dari Dinas Pendidikan dan Dinas P3KB yang ada kaitannya dengan kegiatan FAS untuk kemudian bisa ditindaklanjuti dan bisa menampung aspirasi,” paparnya,

Gagasan itu, lanjut Dhamroni, masuk di dalam program-program kerja kegiatan yang ada di OPD-OPD terkait yang melibatkan forum anak, sehingga lebih aktif lagi berperan dalam forum anak mengurangi kekerasan terhadap anak, menjamin hak-hak anak, menjamin terlaksananya sekolah yang ramah anak, termasuk ada sekolah toleransi itu sehingga diharapkan nanti dengan adanya sekolah toleransi ini sudah merambah dan menjangkau semua unit satuan pendidikan.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Dukung Kebijakan Pembebasan Denda Pajak Daerah

“Maka harapan terakhirnya apa tidak akan terjadi lagi model-model pendiskriminasian, kemudian pembullyan terhadap anak-anak penyandang disabilitas yang kebetulan sekolah di situ. Harapannya, ada tindak lanjut atau ada kegiatan yang berkelanjutan yang melibatkan Forum Anak ini, karena ini sangat penting dalam rangka menunjang FAS. Insyaallah dengan melibatkan anak-anak itu akan bisa mengurangi angka putus sekolah termasuk angka anak tidak sekolah itu dengan peranan anak-anak kan bisa memberikan motivasi dan lain sebagainya,” pungkas Dhamroni.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H Dhamroni Chludori saat hearing bersana Forum Anak Sekolah ( FAS) 2025 divruang rspat FPRD Sidoarjo. (foto: zainul / B-news.id)

Senada, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, H Usman, berpendapat usulan yang disampaikan anak-anak melalui 9 point aspirasi Suara Anak Indonesia di Kabupaten Sidoarjo perlu didukung semua pihak, bahkan Forum Anak Sidoarjo (FAS) ini perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Mereka dapat menyampaikan aspirasi pada forum ini. ”Saya rasa masukan FAS sangat masuk akal dan komprehensif, untuk itu, bisa ikut dilibatkan dalam forum musrenbang dari desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi,” papar Usman.

Usman juga berharap FAS tetap bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah jika merasa tidak adil terkait anak. Karena pemkab Sidoarjo sudah ditetapkan sebagai kota layak anak, artinya berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah yang ramah anak.

"Untuk mendukung itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus berupaya maksimal dalam memenuhi dan melindungi hak anak sesuai amanat undang-undang. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan yang responsif anak, hingga penyediaan ruang publik yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak," ujarnya.

Selain itu, Abah Usman menyampaikan bahwa DPRD Sidoarjo, terutama komisi D dalam berbagai program kegiatan menyangkkut pelayanan anak selalu hadir sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif legislatif terhadap program Kabupaten Layak Anak.

Baca Juga: DPRD Datangkan Ahli Hukum Unair, Tegaskan Jalan Mutiara City–Mutiara Regency Milik Umum

"DPRD dan pemerintah daerah harus terus berkolaborasi dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak serta membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD telah memberikan dukungan penuh dalam hal penganggaran, termasuk menyetujui sejumlah program dan regulasi penting terkait dengan program layak anak.

Usai hearing Ketua Komisi D dan  seluruh peserta lakukan foto bersama. (ist)

Sementara ketua Forum Anak Sidoarjo, Chelsia Nadia Vega telah melaksanakan kegiatan menyuarakan suara anak Sidoarjo tahun 2025, bahkan telah merampungkan lebih dari 1000 suara, termasuk mengadakan kuesioner pada bulan Juni hingga Juli 2025 untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dan menjadi agenda tahunan. Selain itu juga kegiatan dialog interaktif bersama DPRD yang juga menjadi agenda tahunan.

“Diskusi bareng DPRD Sidoarjo mengaspirasikan langsung hasil dari sidang suara anak Sidoarjo tahun 2025 seperti saat ini. Harapannya dengan kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bisa menindaklanjuti isu-isu anak yang ada di Sidoarjo dan dari suara anak Sidoarjo ini juga mewakili setiap suara-suara anak di tiap desa dan Kecamatan pada kegiatan temu anak Sidoarjo pada bulan Juli lalu,” kata Chelsia.

Inilah 9 point usulan FAS merupakan representasi suara anak Sidoarjo:

Kami memohon kepada pemerintah untuk mendukung pemerataan, pengawasan, pendanaan yang diberikan secara tepat sasaran terhadap Forum Anak di Kabupaten Sidoarjo, Kami memohon kepada pemerintah supaya memberikan solusi untuk mengatasi anak-anak, yang mendapatkan pola asuh kurang tepat serta pendampingan dari orang tua di rumah. Kami memohon kepada pemerintah untuk memperketat peraturan larangan perdagangan dan konsumsi rokok pada anak usia dibawah umur, Kami memohon kepada pemerintah untuk menindaklanjuti permasalahan kekurangan asupan gizi (stunting) pada anak, Kami memohon kepada pemerintah untuk mendukung pemerataan fasilitas kegiatan kreatif dan rekreatif yang ramah anak di seluruh wilayah Sidoarjo secara merata, Kami memohon kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan sekolah ramah anak, pengawasan senioritas, dan perundungan di lingkungan sekolah, Kami memohon kepada pemerintah untuk memudahkan akses dan membangun pendidikan khususnya SMA/SMK secara merata di setiap kecamatan, Kami memohon kepada pemerintah untuk menindaklanjuti kekerasan, eksploitasi, dan perlindungan pada anak penyandang disabilitas dan Kami memohon kepada pemerintah untuk mempertegas peraturan dan pengawasan terkait penyebaran konten pornografi, kasus pornoaksi, serta penyimpangan seksual. (adv/za)

Berita Terbaru