KEDIRI | B-news.id – Bawaslu Kabupaten Kediri mengadakan kegiatan seminar dalam rangka Penggutan kelembagaan dengan tema "Literasi Demokrasi untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas".
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta, meliputi perwakilan Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas kepemudaan yang diselengarakan di hotel Grans Surya kota Kediri. (24/9/2025)
Baca Juga: Tetapkan 28 Tersangka, 14 Di antaranya Anak Dibawah Umur dalam Kasus Pengrusakan dan Penjarahan
Kegiatan ini menghadirkan empat nara sumber, yakni Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno, Dr. Sri Setyadji, Dr. Agus Edi Winarto, serta Dr. Taufik Al Amin.
Mereka menyoroti literasi demokrasi dari berbagai sudut pasisi legislatif, akademik, pengamat politik. Dari latar belakang nara sumber yang berbeda diharapkan masyarakan semakin cerdas dalam berdemokrasi di Indonesia
Saat sesi wawancara awak media B-News dengan Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri, Syaifuddin Zuhri mengatakan harapannyaterkait kegiatan hari ini;
“Agenda ini bukan sekadar acara formalitas, melainkan ruang edukasi politik bagi masyarakat. Kami berharap seluruh elemen, mulai dari pemuda, ormas, hingga Forkopimda, bisa memahami secara menyeluruh mekanisme demokrasi di Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Puluhan Ribu Murid dan Guru Se- Kediri Jalan Sehat Bareng Gubernur Khofifah
Bawaslu Kabupaten Kediri saat menggelar seminar penguatan kelembagaan tema "Literasi Demoktasi untuk Pemilu Berintegritas" (ist)
Selanjutnya dia mengatakan bahwa pemahaman literasi demokrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan pemilu yang adil dan berintegritas. kegiatan tersebut dapat menjaring berbagai usulan dari masyarakat:
"Kegiatan ini memang terdapat beberapa usulan dan isu yang beredar di masyarakat, salah satunya usulan tentang adanya pengadilan pemilu, memang ada pegiat pemilu yang juga kita dengar, dari media-media yang mengusulkan bagaimana tentang Bawaslu itu nanti menjadi pengadil saja, jadi bukan pengawas, jadi nanti yang mengawasi masyarakat, terus Bawaslu itu hanya pengadilan, itu masih menjadi wacana-wascna yang berkembang,” paparnya.
Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Kediri Sosialisasikan Larangan Dalam Kampanye
Taufiik Al Amin salah satu pemateri lebih menyoroti pentingnya literasi pemilu bagi generasi muda yang saat ini aktif menggunakan media sosial,
“Media sosial itu yang utama, yang selama ini masih mendapatkan perhatian secara aturan secara minim, yang kedua kecenderungan kedepan pemilih ini adalah para milenial generasi muda, ini kemudian yang kita dorong untuk nanti para piihak terutama DPR itu bisa menyikapi dari segi aturan, karena problematik yang ada di media sosial itu digunakan secara semena-mena tanpa ada etika, kemudian siapapun boleh mengunggah informasi, atau berita tanpa di kroscek dulu," ujar Taufik Al Aamiin yang juga sebagai Dosen UIN Syech Wasil Kediri.(*)
Editor : Zainul Arifin