Pemkot Gencar Lakukan GPM, Kebutuhan Pangan Kota Mojokerto Tercukupi

avatar Zainul Arifin
Wali Kota Mojokerto Ning Ita didampingi Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo dan Kadis Pertanian Novi Raharjo tinjau GPM di Prajurit Kulon. (ist)
Wali Kota Mojokerto Ning Ita didampingi Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo dan Kadis Pertanian Novi Raharjo tinjau GPM di Prajurit Kulon. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id -. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (23/9).

Kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Baca Juga: Kampung Ramadhan 2026, Gelaran Seni Hingga Festival Masakan di Kota Mojokerto

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa GPM merupakan program nasional yang digulirkan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini memang menjadi program nasional dalam rangka ketahanan pangan. Pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden, sangat concern agar masyarakat kita mampu mencapai swasembada pangan. Arahnya jelas, ketahanan pangan menjadi prioritas beliau,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Ia menjelaskan, tujuan utama GPM adalah memastikan masyarakat di seluruh pelosok negeri dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau. Menurutnya, Kota Mojokerto telah berhasil memenuhi tiga dimensi penting dalam ketahanan pangan, yakni ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan harga.

Baca Juga: Safari Ramadhan, Wali Kota Mojokerto Serahkan Dana Hibah Rp 35 Juta di Masjid Baitul Makmur

“Kalau kita bicara tiga dimensi ketahanan pangan, alhamdulillah di Kota Mojokerto semuanya sudah terpenuhi. Artinya gerakan yang masif ini sudah mencapai outcome yang diharapkan,” tegasnya.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan Pemkot Mojokerto di kantor Kec Prajurit Kulon. (ist)

Baca Juga: Musrenbang Kecamatan 2027, Pemkot Mojokerto Selaraskan Aspirasi Masyarakat Kranggan

Pada GPM kali ini, Perum Bulog menyediakan stok berupa beras SPHP sebanyak 3 ton dan 120 liter minyak kita untuk setiap kecamatan. Selain beras dan minyak juga tersedia sayuran segar yang merupakan hasil dari KWT serta ikan dan telur. 

Dengan langkah ini, Ning Ita optimistis kebutuhan pangan warga Kota Mojokerto tetap terjaga. Terlebih, kegiatan GPM juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta Kejaksaan, yang bersinergi menjaga kelancaran dan keberlangsungan program di lapangan. (*)

Berita Terbaru