Warga Desa Deliksumber Gresik Bangga Dengan Kades Terkait Sumur Bor

avatar Ali Sugiarto
Hasil kerja nyata Kades Deliksumber terkait proyek Sumur bor di setiap dusun. (ist)
Hasil kerja nyata Kades Deliksumber terkait proyek Sumur bor di setiap dusun. (ist)

GRESIK | B-news.id - Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng yang dilewati Kali Lamong setiap tahun hampir selalu perkampungan digenangi luapan air kali.

Bahkan awal bulan puasa tahun 2025 lalu banjir berlangsung seminggu lebih, hal ini tentu sangat mengganggu keberlangsungan kehidupan terutama kebutuhan air bersih.

Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian

Selama ini, warga masyarakat menggunakan air sumur yang di gali, air telaga, atau air kolam yang di belakang rumah, namun kalau perkampungan terkena luapan air kali, baik sumur gali maupun telaga, airnya keruh dan tercampur dengan air banjir, dan ketika banjir jelas tidak bisa dipergunakan, sehingga harus membeli air untuk mandi, cuci, termasuk juga air untuk minum.

Atas usulan dari beberapa warga pada kepala desa Deliksumber, untuk pengadaan air bersih bagi warga untuk sepanjang tahun dengan biaya terjangkau dan kalau perlu lebih murah.

Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara

"Beberapa tahun lalu, kalau kampung kami terendam air banjir, maka pengeluaran untuk membeli air bersih menjadi melonjak, pasalnya air sumur gali dan air telaga sudah tidak bisa di gunakan, selain keruh juga tercemar amuba coli yang cukup berbahaya, meski untuk makan selalu ada kiriman nasi bungkus," terang Mahfud warga Delik.

Kepala Desa Deliksumber, Joko Ariyanto melakukan pendekatan ke berbagai pihak, sehingga saat ini semua keluarga / rumah menerima sambungan air bersih dari sumur bor.

Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi

Semua dusun memilikki sumur bor untuk lingkungan, sehingga baik musim penghujan yang hampir selalu banjir, maupun musim kemarau yang sulit air, warga Desa Deliksumber tidak merasa kesulitan terkait air bersih.

"Kepala desa sebagai pengarah dan pengatur di desa, dan warga sudah cerdas serta banyak usulan, kita mengarahkan dengan memperhatikan manfaat bagi masyarakat secara luas," ujarnya (*) 

Berita Terbaru