Agar Bisa Bertahan dan Bersaing, DPRD Sidoarjo Dorong UMKM Tanggulangin Berinovasi

avatar Zainul Arifin
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo. (ist(
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo. (ist(

SIDOARJO | B-news.id - Persaingan usaha di era ekonomi yang berkembang pesat sampai saat ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya.

Untuk menghadapi itu, pelaku usaha—terutama UMKM Tanggulangin --- dituntuk untuk semakin berinovasi tidak hanya mengandalkan teknologi medsos, tetapi harus bisa naik kelas jika ingin bertahan dan bisa bersaing. 

Baca Juga: Assosiasi UTJ Sidoarjo Peduli Emak-emak dan Janda, Beri Pelatihan Kerajinan Sandal Cantik 

Diakui atau tidak, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi telah mengubah cara bisnis beroperasi dan cara konsumen berinteraksi dengan produk serta layanan.  

Digitalisasi tidak hanya membawa peluang, tetapi tantangan yang harus dihadapi oleh UMKM agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Perubahan dan penambahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi menuntut UMKM untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H. Warih Andono mendorong pelaku UMKM harus bisa beinovasi dan memanfaatkan teknologi digital sebagai jaringan pemasaran jika usahanya ingin bertahan dan bisa bersaing di pasar global.

Kemajuan teknologi sangat pesat, tantangannya adalah bagaimana pelaku UMKM bisa meyakinkan usahanya itu layak dijual dan disukai pembeli, tentunya harus selalu berinovasi.     

“Terus terang, saya sangat prihatin dengan kondisi kerajinan industri tas dan koper (INTAKO) Tanggulangin saat ini. Dulunya Koperasi Intako menjadi ikon Sidoarjo, bahkan Jawa Timur, tapi saat ini kondisinya sangat memprihatikan sehingga ditinggalkankan konsumennya,” kata Warih Andono, kepada B-news.id di sela-sela mengisi acara Ketentuan Perundang-undangan Bidang Cukai di kantor Desa Sedati Agung, Kamis (10/7/2025).

Menurut Warih, banyak faktor yang menjadi penyebabnya, apalagi saat ini persaingan usaha sangat ketat di era digitalisasi saat ini. Diakui Warih, dalam kondisi saat bisa bertahan saja sudah sangat untung, apalagi kalau bisa bersaing dan bisa menguasai pasar.

“Inilah yang menjadi tantangan terberat bagi pelaku usaha, yaitu menciptakan priduk dan inovasi baru. Jika tidak pandai-pandai berinovasi, ya pastinya akan tergerus pasar dan kalah bersaing,” papar legislator Golkar ini.

H Warih Andono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo saat memimpin sidang. (ist)

Dikatakannya, sebuah bisnis yang sukses dimulai dari visi dan misi yang kuat. Dengan memiliki tujuan yang jelas, pemilik usaha dapat menentukan arah bisnisnya, menargetkan pasar yang tepat hingga menetapkan strategi yang sesuai.

Selain itu, keunggulan suatu produk dan pelayanan adalah kunci utama dalam mempertahankan pelanggan. Pastikan produk yang akan ditawarkan memiliki kualitas tinggi serta layanan yang diberikan dapat membuat pelanggan merasa puas. “Namun, tidak semua UMKM mampu bertahan lama di tengah persaingan yang ketat,” papar Warih.

Untuk itu, Warih sedikit memberikan tips agar pelaku usaha tidak ketinggalan jaman, kembangkan produk baru, tingkatkan layanan, dan selalu peka terhadap tren serta kebutuhan pasar.

Selain itu, Warih juga menyarankan pelaku usaha harus memanfaatkan platform teknologi digital. Karena menurutnya, di era digital seperti saat ini, UMKM yang tidak beradaptasi dengan teknologi biasanya sulit bersaing.

“Oleh karena itu, penting sekali untuk menggunakan media sosial, website, dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan,” pintanya.

Tak kalah penting, tambah Warih adalah membangun jaringan kemitraan, jaringan bisnis yang luas dapat membuka peluang baru bagi UMKM.

Warih juga menyarakan agar pelaku usaha bergabung dengan komunitas bisnis, menjalin kerja sama dengan pihak lain, serta aktif dalam berbagai forum bisnis, hal ini dapat membantu meningkatkan daya saing serta memperluas pasar.

Baca Juga: Forum RPS Berikan Apresiasi Kepada Tokoh Berdedikasi

“Strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak pelanggan. Gunakan kombinasi pemasaran online dan offline, serta manfaatkan media sosial dan digital marketing untuk meningkatkan penjualan,” tandas politisi gaek Golkar ini.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, H Bambang Pujianto. (ist)

Senada dilontarkan Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, bahwa persoalan sepinya pengunjung dan minat produksi pelaku industri tas dan koper (Intako) Tanggulangin memang tidak bisa dihindiri, karena diakui kalah bersaing sehingga kondisinya saat ini terpuruk.

Hal itu diakuinya sehingga pengerajin Tanggulangin sudah tidak bergairah lagi untuk produksi, apalagi berinovasi untuk menarik pelanggan. Yang bisa dilakukan saat ini hanya bertahan.

Menurut Bambang Pujianto, kondisi pengerajin Tanggulangin mulai sepi sejak guncangan lumpur Lapindo yang meledak tahun 2006. Setelah itu kenjungan ke Koperasi Intako terus merosot, hal itu juga mempengaruhi omset dan produksi pengerajin.

Meski Pemerintah daerah sudah membantu promosi dengan berbagai upaya termasuk menggelar Intako Fair dan berbagai promosi lainnya, namun kunjungan dan penjualan produk UMKM Tanggulangin belum bisa meningkatkan omset penjualannya.

Sedangakan di era digitalisasi saat ini, kata politisi partai Gerindra ini kondisi UMKM Tanggulangin memang dihadapkan banyak persoalan, disamping seretnya penjualan juga kendala permodalan.

“Yang hanya bisa dilakukan pelaku UMKM Tanggulangi saat ini adalah memanfaatkan platform digital, karena itulah satu-satunya promosi yang dinilai efektif saat ini, apalagi di tengah gempuran pesaing pelaku usaha,” papar legislator partai Gerindra ini.

Bambang juga meminta kepada pelaku usaha untuk meningkatkan literasi digital selain inovasi produk agar relevan, bisa bertahan dan bersaing. Selain itu, pelaku UMKM perlu memahami tren digital dan beradaptasi dengan inovasi yang ada.

Baca Juga: Sidoarjo Borong Dua Penghargaan Dari Menko Perekonomian RI

Produk tas kerajinan pelaku UMKM yang tergabung dalam Koperasi industri tas dan koper (INTAKO) Tanggulangin. (ist)

Upaya lainnya adalah bisa membangun hubungan kemitraan, UMKM dapat bekerja sama dengan marketplace, fintech, dan perusahaan teknologi lainnya untuk memperluas jaringan distribusi serta mendapatkan akses ke layanan keuangan yang lebih baik.

“Kemitraan ini dapat membantu UMKM dalam memperkuat daya saing dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” paparnya.

Dengan strategi digital yang diterapkan, kata Bambang, diharapkan dapat menggairahkan kembali produksi karena berhasil meningkatkan penjualan. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa adaptasi digital yang tepat dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi UMKM.

Sehingga, dalam menghadapi gempuran ekonomi digital, UMKM selain menjalankan bisnisnya secara offline juga perlu beradaptasi dengan cepat melalui transformasi digital, inovasi, serta strategi pemasaran yang efektif.

“Dengan mengoptimalkan teknologi dan membangun kemitraan strategis, UMKM dapat tetap bertahan dan berkembang di era yang serba digital ini. DPRD Sidoarjo dan Pemerintah serta berbagai pihak juga diharapkan terus mendukung pengembangan UMKM agar tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional,” pungkas Bambang.

Sementara Ketua Koperasi Intako, yang akrab dipanggil Ipeng ini mengakui kalau kondisi Koperasi Intako saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hampir setiap hari kondisinya sepi, tidak ada orang yang berkunjung ke koperasi Intako.

“Koperasi Intako saat ini sedang dilelang, dan bahkan sudah lama belum laku, karena belum ada yang berminat,”pungkasnya mengakhiri wawancara dengan B-news.id. Jumat, (11/7/2025). (adv/za)

Berita Terbaru