Masjid Silo Al Ilmi di Kompleks UISI, Pertama di Indonesia dari Bekas Penampungan Semen 

avatar Ali Sugiarto
Rektor UISI Prof Herman S dan Dwi Sutjipto saat jumpa pers. foto bawah : Rektor UISI Prof Herman S dan founding father Dwi Sutjipto menggunting pita pembukaan masjid dan perpustakaan. (ist)
Rektor UISI Prof Herman S dan Dwi Sutjipto saat jumpa pers. foto bawah : Rektor UISI Prof Herman S dan founding father Dwi Sutjipto menggunting pita pembukaan masjid dan perpustakaan. (ist)

GRESIK | B-news.id – Rasanya baru kali ini dan satu satunya di Indonesia ada masjid dan tempat per kuliahan yang menggunakan silo ( tempat penampungan semen), hanya ada di kawasan kampus UISI. Demikian disampaikan Founding Father UISI, Dwi Sutjipto saat meresmikan penggunaan masjid Silo Al Ilmi. Jumat (16/5). 

"Silahkan ber keliling di seluruh wilayah Indonesia, dan masjid sekaligus tempat per kuliahan yang menggunakan silo bekas penampungan semen, hanya ada di Gresik," terang Dwi Sutjipto. 

Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) meresmikan Masjid Silo Al Ilmi, masjid pertama di Indonesia yang dibangun dari silo tempat penampungan semen . Transformasi unik ini menandai babak baru dalam pemanfaatan infrastruktur industri menjadi ruang ibadah dan pusat keilmuan.

Peresmian dilakukan Dwi Soetjipto, Founding Father UISI sekaligus mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia (2005–2014). Turut hadir, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, Menteri Pendidikan Nasional RI 2009–2014, serta sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi nasional.

Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Silo Al Ilmi adalah simbol transformasi kreatif yang menggabungkan nilai sejarah industri dengan semangat pendidikan dan spiritualitas.

“Transformasi ini bukan hanya soal arsitektur, tapi tentang bagaimana kita memaknai kembali ruang industri sebagai pusat peradaban, ilmu, dan iman,” ujar Dwi Soetjipto usai meresmikan masjid. 

Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara

Bangunan masjid ini berdiri dari silo raksasa yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan semen. Kini, dengan pendekatan desain arsitektur modern yang sarat nilai filosofis, bangunan tersebut menjelma menjadi masjid megah yang mampu menampung ratusan jemaah. Di lantai bawah, UISI juga meresmikan Perpustakaan UISI sebagai pusat literasi dan riset kampus.

Rektor UISI, Prof. Herman S, mengungkapkan bahwa nama "Silo Al Ilmi" mencerminkan filosofi mendalam. "Silo adalah wadah besar yang kini menjadi simbol semangat UISI dalam menyebarkan ilmu dan nilai keislaman ke berbagai penjuru," ujarnya.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini juga dirancang sebagai destinasi wisata edukatif dan religi. Diharapkan dapat menarik perhatian arsitek, sejarawan, hingga kurator museum yang tertarik pada rekayasa ulang bangunan industri menjadi karya bernilai budaya dan spiritual.

Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi

"UISI melalui peresmian ini berkomitmen meneruskan warisan intelektual Islam di Gresik, yang dahulu menjadi pusat dakwah melalui Giri Kedaton dan para Wali Songo, khususnya Sunan Giri, " ungkapnya.

Pembangunam Masjid Silo Al Ilmi, UISI membuktikan bahwa pendidikan tinggi tak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat akar spiritual dan kebudayaan bangsa, berpijak pada lokalitas, dan menatap masa depan global. (*)

Berita Terbaru