KASBI Gresik Siap Memeriahkan Hari Buruh

avatar Ali Sugiarto
Pengurus basis KASBI, Ainur Rofik. (ist))
Pengurus basis KASBI, Ainur Rofik. (ist))

GRESIK | B-news.id - Buruh di Kabupaten Gresik yang tergabung dalam KASBI ( Konggres Alliansi Serikat Buruh Indonesia) siap merayakan hari Buruh Internasional yang biasa di sebut dengan May Day. 

Pengurus Basis KASBI, Ainur Rofik berharap agar pekerja yang menjadi kelompoknya menyambut hari buruh dengan antusias dan merayakan bersama dengan buruh yang lain dari serikat pekerja yang lain dan juga dari ber bagai pabrik. 

Baca Juga: Peringati Hari Buruh, Kapolres Blitar Gelar Patroli R2 Sasar Pabrik Gula RMI dan Perkebunan Teh Sirah Kencong

"Kita dari KASBI akan merayakan hari buruh dengan mengajak buruh berkumpul pada satu titik tertentu untuk merayakan sekaligus meneguhkan semangat saling bergandengan tangan antara sesama buruh," terang Rofik. Senin (28/4). 

Lebih lanjut dikatakan bahwa perayaan hari buruh yang akan berlangsung beberapa hari, akan berjalan dengan tertib dan mentaati aturan, bahkan saat turun di jalan raya tidak akan mengganggu pengguna lalu lintas. 

Baca Juga: Serikat Buruh FSPMI Turun ke Jalan Merayakan May Day

"Karena kita selalu koordinasi dan setiap unit kerja selalu ada 1 orang yang mengawasi untuk menghindari penyusup atau provokator yang memungkinkan terjadi bentrok," ujarnya. 

Pada tanggal 1 Mei, semua perwakilan buruh akan turun dan berkumpul di Stadion Joko Samudro, yang dari pantura untuk KASBI berkumpul di sekitar SPBU Banyuwangi, Kecamatan Manyar, selanjutnya ber gerak menuju kota Gresik dengan menjemput teman di pabrik yang tergolong dalam serikat buruh yang sama. 

Baca Juga: Sambut Hari Buruh, Polres Blitar Gelar Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa

Pemkab Gresik di Stadion GJOS telah mempersiapkan kegiatan untuk mengisi May day 2025 diantaranya kegiatan panggung musik serta undian doorprize pada 1 Mei 2025 pukul 10.00 s.d. 13.00 WIB.

Tanggal 2 Mei seusai solat Jumat, buruh dari KASBI akan berkumpul di sekitar alun alun kota Gresik, selanjutnya bergerak ke Dinas Pendidikan, mereka menyuarakan soal ijasah yang di tahan oleh sekolah, tidak bisa ikut ujian karena nunggak SPP, dan meminta pendidikan gratis. (*)

Berita Terbaru