Musrenbang Kabupaten Gresik, Membangun Daerah Terintegrasi se Gerbangkertasusila Untuk Kemajuan Jawa Timur

avatar Ali Sugiarto
Bupati Gresik H Fandi Ahmad Yani membuka Rakorbang Kabupaten Gresik. (Ist) 
Bupati Gresik H Fandi Ahmad Yani membuka Rakorbang Kabupaten Gresik. (Ist) 

GRESIK | B-news.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) daerah Kabupaten Gtesik yang di gelar setiap awal tahun anggaran untuk proyeksi pembangunan pada tahun anggaran 2026 sudah berlangsung di lantai 4 Kantor Bupati Gresik, Jumat (21/3). 

Semua OPD, pimpinan dan anggota DPRD, perguruan tinggi, ormas, organisasi profesi, pelaku usaha, dan juga perwakilan dari pemkab/ pemkot sekitar se Gerbangkertasusila, Bapedda Propinsi, tampak hadir di arena tersebut. 

Baca Juga: KKN-BBK UNAIR ke-7 di Gresik Mengangkat Inovasi Kolaborasi

Bupati Gresik, H Fandi Ahmad Yani yang membuka kegiatan Rakorbang Kabupaten Gresik berharap pembangunan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Gresik saling terintegrasi dengan Kabupaten di sebelah. 

"Banjir Kali Lamong yang sebagain besar membuat warga Kabupaten Gresik terganggu arus lalu lintas, arus ekonomi, bahkan sawah padi dan tambak ikan tidak jadi panen, kalau kita saling ber integrasi antara Pemkab : Jombang, Lamongan, Mojokerto, Surabaya, tentu untuk mengurangi dampak banjir terhadap warga masyarakat menjadi semakin kecil, pasalnya pemprop ikut turut andil dalam pembahasan tersebut," papar Gus Yani. 

Bapeda Propinsi Jatim yang di wakili BPPKAD. (Ist) 

Moda transportasi darat juga ketika saling terintegrasi antar wilayah kabupaten, tentunya membuat arus perekonomian menjadi meningkat, contohnya dengan adanya bus jurusan Gresik- Mojokerto, dan Gresik Paciran Lamongan. 

Baca Juga: 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional Dilantik

"Dengan adanya bus yang ber operasi jalur Gresik - Mojokerto, maka beberapa tempat wisata di jalur tersebut kelihatan semakin ramai, termasuk juga para UMKM juga meningkat pendapatannya," papar Gus Yani. 

Bupati Gresik berharap program pembangunan di wilayah Kabupaten Gresik bisa saling terintegrasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan juga pemerintah kabupaten yang bersebelahan. 

Masukan dari beberapa peserta, seperti dari sekolah perempuan dan pendampingan, adalah terkait warga kepulauan di Bawean yang mau berobat ke Gresik, membutuhkan rumah singgah dan juga ongkos kapal yang terjangkau. 

Baca Juga: Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital Nan Menawan di Balongpanggang

Sementara dari anak ber kebutuhan khusus ber harap agar sekolah sudah tidak ada lagi SPP dan aneka sumbangan, adanya guru pendamping bagi anak ber kebutuhan khusus dengan honor dari APBD. 

Bapeda Propinsi Jatim dalam paparan menyatakan bahwa Kabupaten Gresik menempati ranking ke tiga di bawah Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo dalam hal pendapatan per kapita. (adv) 

Berita Terbaru