Pisah Sambut Wabup Gresik, Ketum MUI Kiai Rofiq Doakan Gresik Semakin Maju dan Sejahtera

avatar Zainul Arifin
Ketum MUI Gresik memberikan tausiyah saat pisah sambut wabup. (ist)
Ketum MUI Gresik memberikan tausiyah saat pisah sambut wabup. (ist)

GRESIK | B-news.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghelat acara pisah sambut Wakil Bupati Gresik, dari Aminatun Habibah ke Asluchul Alif, di Kantor Pemkab Gresik, Senin (3/3).

Ketua Umum MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib, secara khusus mendoakan agar Kabupaten Gresik ke depan semakin maju yang mampu menyejahterakan rakyatnya.

Baca Juga: Jelang Pelaksanaan Musda Tingkat Kecamatan, MUI Kabupaten Sosialisasikan Teknis Penyelenggaraan

“Semoga Gresik di bawah pimpinan yang baru, baik eksekutif maupun legislatif, bisa membawa daerah ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” do’a Kiai Rofiq.

Kiai Rofiq berharap, acara pisah sambut ini, menjadi wasilah agar hubungan antara Pemerintah Gresik yang baru dan sebelumnya tetap baik dan harmonis.

Hubugan harmonis itu, lanjutnya, terutama antara Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2025-2030 Fandi Achmad Yani dan Asluchul Alif, dengan Wakil Bupati 2021-2025 Aminatun Habibah.

Baca Juga: TKD Gresik Terancam Dipangkas, Bupati Fandi Akhmad Yani Tegaskan Belanja Pelayanan Masyarakat Tetap Prioritas

“Di bulan penuh berkah ini, semoga puasa kita semua diterima, bisa melebur dosa-dosa, mendapat taufiq, serta bisa terus menambah amal sholih di bulan Ramadan,” doa Kiai Rofiq yang diamini seluruh hadirin.

Bu Min, sapaam akrab Aminatun Habibah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan, serta masyarakat Gresik.

Ia juga berpesan agar efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat tidak menjadikan pesimisme, tetapi justru membangun optimisme Pemkab Gresik dalam memberikanan layanan kepada masyarakat Gresik.

Baca Juga: Gresik Kehilangan Putra Terbaik, Pemkab Berikan Santunan dan Siapkan Rumah Untuk Keluarga Naufal

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan, pihaknya optimistis dengan efisiensi yang dilakukan di pemerintahan kabupaten Gresik.

“Kita memang tidak punya anggaran sebesar Surabaya yang mencapai Rp12 triliun. Tapi, kita tidak boleh pesimis. Dengan strategi yang tepat, kita bisa membangun Gresik dengan cara kita sendiri,” ujar Gus Yani. (*)

Berita Terbaru