BLITAR | B-news.id - Kepolisian Resor (Polres) Blitar mengamankan puluhan pemuda yang diduga berasal dari perguruan silat IKS-PI Kera Sakti pada Kamis sore. Mereka diamankan karena melakukan konvoi kendaraan roda dua (R2) yang mengganggu ketertiban umum di wilayah Blitar.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung penertiban ini bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Blitar dan anggota piket fungsi. Tindakan tegas ini dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Blitar.
Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Kronologi Kejadian
Sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan konvoi kendaraan dari arah Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, menuju ke timur. Mereka mengendarai sepeda motor secara beriringan dengan suara knalpot yang bising.
Ketika rombongan ini melewati depan Mako Polres Blitar, mereka melakukan aksi bleyer-bleyer, yakni memutar gas sepeda motor hingga menghasilkan suara bising, serta berteriak-teriak di sepanjang jalan. Aksi ini mengundang perhatian warga sekitar dan berpotensi mengganggu ketertiban umum serta arus lalu lintas.
Menyikapi kejadian tersebut, anggota piket fungsi dan PJU Polres Blitar segera turun tangan untuk membubarkan dan menertibkan rombongan konvoi. Polisi meminta mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut.
Namun, saat upaya pembubaran dilakukan, muncul provokator yang memicu kepanikan di antara rombongan. Akibatnya, banyak peserta konvoi yang berhamburan melarikan diri ke berbagai arah. Beberapa di antaranya bahkan meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi kejadian.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 45 orang yang diduga berasal dari perguruan silat IKS-PI Kera Sakti. Selain itu, sebanyak 43 unit kendaraan roda dua yang digunakan dalam konvoi juga turut diamankan.
Langkah Penanganan oleh Polres Blitar
Seluruh individu yang diamankan saat ini masih menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Blitar. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui motif dari aksi konvoi serta kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum lainnya.
Sementara itu, untuk kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau tidak dilengkapi surat-surat resmi, pihak Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Blitar telah melakukan tindakan penilangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Langkah ini diambil sebagai upaya menertibkan penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya dan mencegah aksi serupa terjadi di kemudian hari.
Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
Polres Blitar menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban di wilayah hukum mereka. Konvoi dalam jumlah besar tanpa izin serta aksi ugal-ugalan di jalan raya tidak hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah pesilat saat diamankan petugas bersama barang bukti sepeda motor. (ist)
Imbauan Kepolisian
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda dan anggota perguruan silat, untuk tidak melakukan aksi konvoi atau kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah Blitar agar tetap aman dan nyaman bagi semua warga.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda dari perguruan silat, untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Jika ada kegiatan atau tradisi tertentu yang ingin dilakukan, hendaknya dikoordinasikan dengan pihak berwenang agar tidak mengganggu kepentingan umum," ujar Kapolres Blitar.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di berbagai titik yang rawan terjadinya aksi konvoi liar. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
Reaksi Masyarakat
Masyarakat Blitar menyambut baik tindakan tegas yang diambil oleh Polres Blitar. Banyak warga yang merasa terganggu dengan aksi konvoi dan kebisingan yang ditimbulkan oleh para pesilat tersebut. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Kami sangat mendukung langkah kepolisian dalam menertibkan aksi konvoi yang mengganggu ketenangan warga. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus diutamakan," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Para orang tua juga diimbau untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama dalam hal pergaulan dan aktivitas di luar rumah. Pihak kepolisian berharap agar keluarga turut berperan dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku.
Secara keseluruhan, operasi penertiban ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada insiden besar yang terjadi selama proses pembubaran dan penertiban dilakukan. Polres Blitar memastikan bahwa setiap individu yang diamankan akan diperlakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Dengan adanya tindakan tegas ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Polres Blitar berkomitmen untuk terus menjaga situasi yang kondusif dan memastikan bahwa setiap warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.(")
Editor : Zainul Arifin