Hari Pers Nasional: Insan Media Blitar Raya Ngopi Bareng Gus Tamim DPRD Provinsi Jawa Timur

avatar Sunyoto
Gus Tamim berikan keterangan pers. (ist)
Gus Tamim berikan keterangan pers. (ist)

BLITAR | B-news.id - Bertepatan dengan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim, S.H.I, M.H., atau yang akrab disapa Gus Tamim, mengundang insan pers Blitar Raya untuk ngopi bareng dan berdiskusi mengenai masa depan Blitar pada Minggu 9 Februari 2925 di Kampung Coklat Desa Plosorejo Kec.Kademangan.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, dengan harapan dapat merajut sinergi antara pemerintah dan media dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Selain Gus Tamim, acara ini turut dihadiri oleh Prawoto, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Blitar Raya; Susanto, perwakilan dari Komunitas Jurnalis Blitar (KJB); serta Sutarto dan Suliani yang mewakili media lokal. Para jurnalis yang bertugas di Blitar Raya juga hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut.

Dalam sambutannya, Ahmad Tamim mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2025 kepada seluruh insan pers Blitar Raya. Ia menyoroti bahwa Blitar merupakan kota yang kaya akan sejarah dan budaya, sehingga semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun masa depan daerah ini.

"Kebersamaan bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi tentang saling mendukung dan menginspirasi. Dengan kebersamaan, kita menemukan kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bersama demi Blitar yang lebih maju," ujar Gus Tamim.

Ia juga menegaskan pentingnya pembangunan daerah yang maju dan berkelanjutan. Dalam sarasehan tersebut, Gus Tamim menyampaikan bahwa rencana pembangunan jangka panjang harus menjadi contoh bagi kabupaten atau kota lain.

"Kata 'maju dan berkelanjutan' harus menjadi prinsip utama dalam pembangunan Blitar," tambahnya.

Menurut Ahmad Tamim, pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam merumuskan dan mengawasi kebijakan pembangunan. "Tidak mungkin memajukan Kabupaten Blitar tanpa peran serta masyarakat," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam pembangunan daerah. Menurut Gus Tamim, setiap pemimpin yang datang harus menjadikan kepemimpinan sebelumnya sebagai pondasi untuk melanjutkan pembangunan.

"Siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Pemimpin sebelumnya pasti memiliki hal positif yang bisa diteruskan," tuturnya.

Dalam diskusi tersebut, Gus Tamim juga membahas berbagai persoalan krusial di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan kedua aspek ini tuntas.

Menurutnya, masih banyak persoalan terkait layanan BPJS yang membebani masyarakat, terutama dalam hal biaya resep obat.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

"Dengan APBD yang ada, kita bisa menyelesaikan ini. Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan berobat hanya karena biaya resep," tegasnya.

Di sektor pendidikan, Gus Tamim mengakui bahwa meskipun sekolah sudah digratiskan, akses menuju sekolah masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.

Ia menilai bahwa pemerintah daerah perlu mencari solusi, salah satunya melalui optimalisasi pajak daerah.

"Kuota anggaran kabupaten saat ini mencapai 66 persen dari total dana yang besar. Namun tanpa kebijakan yang tepat, anggaran tersebut tidak akan maksimal," jelasnya.

Sarasehan merajut kebersamaan membagun masa depan kabupaten Blitar lebih baik (ist)

Prawoto, Ketua SMSI Blitar Raya, dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh jurnalis yang hadir. Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting tidak hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga dalam mengawal pembangunan Blitar agar semakin baik.

Menurutnya, pers yang kritis dan konstruktif sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan daerah.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Mewakili Komunitas Jurnalis Blitar (KJB), Susanto menyampaikan bahwa insan pers harus terus menjaga kekompakan. "Dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis, kita harus bersatu dan menjaga solidaritas untuk memberikan informasi yang objektif dan konstruktif," ujarnya.

Sutarto, salah satu wartawan senior Blitar, menekankan pentingnya sinergi antara jurnalis dan pemerintah, khususnya anggota DPRD Jawa Timur yang mewakili Dapil Blitar. Menurutnya, hubungan yang baik antara media dan pemerintah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ahmad Tamim menyambut baik saran dari para jurnalis. Ia berharap pertemuan seperti ini bisa terus diadakan untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan insan pers.

"Kita membutuhkan media yang tidak hanya memberitakan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat," katanya.

Acara diskusi yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendukung pembangunan Blitar yang lebih baik.

Gus Tamim berharap momentum Hari Pers Nasional menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antara pemerintah, jurnalis, dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Blitar Raya.(*)

Berita Terbaru