Kabupaten Lamongan Menuju Pemerintahan yang Unggul dengan Peningkatan Potensi SDM ASN

avatar Redaksi
Siti Zulaikah, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (Ist)
Siti Zulaikah, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (Ist)

OPINI

LAMONGAN | B-news.id - Kabupaten Lamongan, sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi dan sosial yang besar di Jawa Timur, memerlukan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang kompeten untuk mendukung visi pembangunan daerah.

Baca Juga: Polres Lamongan Libatkan Satgas Sentot Prawirodirjo, Perguruan Silat Berdamai Jaga Kamtibmas 1 Syuro

Di era digitalisasi seperti sekarang ini, peningkatan potensi SDM aparatur bukan sekadar kebutuhan, tetapi sebuah keharusan untuk menciptakan pemerintahan yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien dan transparan menjadi pemacu dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lamongan, jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Lamongan tahun 2024 sebanyak 10.247 orang yang didominasi oleh lulusan S1 dan D4 ke atas sebanyak 78,6 %, lulusan D3 ke bawah sebesar 21,4 %.

Komposisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi pada seluruh jenjang pendidikan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

BKPSDM Kabupaten Lamongan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas ASN yang ada di Kabupaten Lamongan, sehingga harapan menuju smart ASN dapat diraih. ASN yang diharapkan adalah ASN yang berintegritas, berwawasan global, dan memahami teknologi informasi serta bahasa asing.

Untuk dapat menuju smart ASN yang berkualitas, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh aparatur di Kabupaten Lamongan seperti keterbatasan dalam penguasaan teknologi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta adaptasi terhadap perubahan regulasi dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Selain itu ada beberapa faktor yang menghambat peningkatan kapasitas SDM ASN ini, seperti kurangnya minat dari aparat untuk meningkatkan potensi diri dan pendidikannya.

Hal ini bisa disebabkan karena faktor usia yang sudah mendekati pensiun, kurang motivasi, kurangnya anggaran, maupun alasan yang lainnya. Di sinilah peran BKPSDM Kabupaten Lamongan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. 

Banyak yang bisa dilakukan oleh Kabupaten Lamongan dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM ASN nya. Seperti mengadakan pelatihan intensif mengenai penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik, penerapan e-governance, pengelolaan data berbasis cloud, dan aplikasi pelayanan terpadu.

Selain itu, pengembangan kompetensi melalui pelatihan yang berkelanjutan dan terus menerus dapat meningkatkan kompetensi SDM.

Baca Juga: Luncurkan Aplikasi Suhita Mobile, Pemkab Mojokerto Harap Dapat Tingkatkan Kinerja ASN

Tak hanya dibidang digital, pengembangan kompetensi dibidang manajemen, kepemimpinan dan komunikasi juga perlu dilakukan. Penguatan nilai-nilai etika dalam pelayanan publik juga dapat dilakukan melalui program pembinaan mental dan pemberian penghargaan kepada aparatur yang berprestasi.

Dengan demikian harapan untuk meningkatnya integritas dan profesionalisme lebih besar.

Kabupaten Lamongan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM aparaturnya. Bupati Lamongan Yuhnorur Efendi pernah menyampaikan dalam sebuah acara sosialisasi implementasi sistem merit (2022) bahwa sosialisasi sistem merit bersifat sangat penting karena dapat meningkatkan manajemen ASN di Lamongan.

Sehingga dapat mempercepat mewujudkan good government dengan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang dinamis serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Pembangunan SDM dinilai sangat penting, sehingga Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas ASN dengan sosialisasi, bimtek, diklat, seminar, beasiswa studi lanjut, dan workshop.

Pelaksanaan program pelatihan berbasis kompetensi melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan terakreditasi pernah dilakukan oleh Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: DJP Jatim II Resmikan Tax Center ke-23 di ITB Ahmad Dahlan Lamongan

Selain itu, Pemkab Lamongan juga mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk meningkatkan literasi teknologi di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Pada tahun 2023, lebih dari 500 ASN telah mengikuti pelatihan terkait digitalisasi pelayanan publik, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan administrasi.

Pemerintah juga memberikan beasiswa pendidikan lanjutan bagi ASN berprestasi untuk jenjang S2, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan profesionalisme. Hingga saat ini, sebanyak 50 ASN di Kabupaten Lamongan telah berhasil mendapatkan beasiswa tersebut dan menyelesaikan studi mereka di berbagai perguruan tinggi terkemuka.

Peningkatan potensi SDM aparatur di tahun 2024 telah memberikan dampak yang signifikan bagi Kabupaten Lamongan. Berdasarkan laporan evaluasi pemerintah daerah, terdapat peningkatan efisiensi pelayanan publik sebesar 25%, serta pengurangan waktu penyelesaian layanan administratif hingga 20%.

Dengan SDM aparatur yang unggul, Kabupaten Lamongan dapat meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat realisasi program-program pembangunan, dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.(*) 

Penulis : Siti Zulaikah, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Berita Terbaru