SUMENEP | B-news.id - Sekolah Alam Sumenep telah resmi dilaunching pada 8 Desember 2024 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep.
Sebelum launching, Sekolah Alam juga telah mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari workshop dan seminar lingkungan hingga pemilihan duta Sekolah Alam.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas 62 Tim Yankes Bergerak, Siap Layani 860 Kasus Kesehatan di Pulau Kangean
Setelah sukses mengadakan workshop dan seminar lingkungan, hari ini, 16 Desember 2024, memberikan bantuan alat sarana prasarana pendukung pada 6 sekolah kolaborator.
Hari ini, MAN Sumenep, SMAN 3 Sumenep dan SMK Nurus Shobah sudah mendapatkan bantuan alat pendukung tersebut.
Adapun alat yang diberikan oleh tim sekolah alam terdiri sebagai berikut:
1. Tempat Sampah terpilah (Organik, Anorganik, B3)
2. Alat Budidaya Ikan Dalam Ember yang terdiri dari 2 Ember, 100 bibit ikan lele dan 1 Kg Konsentrat.
3. Alat Hidroponik yang terdiri dari 1 Set Alat, 3 bibit, Alat pengukur PH air, Vitamin dan TDS
4. Alat Biopori yang terdiri dari 6 Casing biopori dan 1 Bor Biopori
5. Komposter
Machallafri Iskandar selaku Ketua Tim Project Sekolah alam menyampaikan bahwa bantuan alat pendukung ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang sudah dilaksanakan kemarin.
"Jadi, sekolah kolaborator tidak hanya mendapatkan ilmunya saja, tapi mereka semua mendapatkan bantuan alat pendukung dari ilmu yang sudah didapatkan saat workshop," kata Afri sapaannya.
Sesi foto bersama. (ist)
Afri berharap bantuan yang diberikan ini bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran berbasis lingkungan bagi siswa-siswi di sekolah kolaborator.
"Sekolah kolaborator yang berkolaborasi dengan sekolah alam ini diharapkan bisa memanfaatkan alat yang diberikan sebagai upaya dari pembelajaran tingkat sekolah dan juga sebagai sarana pembiasaan,"ujar Afri.
Hairuddin, S.Pd., M.M.Pd selaku Kepala MAN Sumenep sangat berterimakasih atas kolaborasi yang dilakukan oleh sekolah alam.
"Kami dari pihak MAN Sumenep sangat berterimakasih kepada tim Sekolah Alam yang telah berkenan berkolaborasi, terlebih salah satu siswa kami terpilih menjadi Duta Sekolah Alam," kata Hairuddin.
Hairuddin mengatakan bahwa pihaknya akan selalu terbuka kolaborasi mengenai isu-isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
"Memang komitmen awal kami sangat tinggi pada isu lingkungan, saat program dari Sekolah Alam ditawarkan, kami sangat mendukung dan mensupport siswa-siswi kami untuk berpartisipasi," ucap Hairuddin.
"Semoga Project Sekolah Alam yang di gagas bersama oleh Lazismu Sumenep dan Asa Sociopreneur ini bisa berlanjut, agar kita semua bisa menjadi pelopor dan eksekutor dalam isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah," pungkasnya.(*)
Editor : Zainul Arifin