GRESIK | B-news.id - Semarak kemerdekaan RI di Desa, Sukomulyo terasa lebih meriah dari lainnya, pasalnya jalan sehat ber hadiah umroh, dan untuk pawai karnaval tanpa iuran, bahkan yang ikut pawai mendapat uang lelah dari kas RT/ RW.
14 RW yang ada di Desa Sukomulyo, sebagian besar warga perumahan dan berhimpitan dengan ber bagai industri besar dan kecil, sehingga perekonomian warga setempat lumayan bagus.
Baca Juga: Blitar Menenun Kebhinnekaan di Jalan Sehat HAB ke-80: 20 Ribu Warga Melangkah dalam Damai
Jalan sehat sudah biasa digelar pada tahun tahun yang lalu, namun kali ini jalan sehat berlaku secara umum, artinya orang luar Desa Sukomulyo juga boleh ikut jalan sehat, para peserta mendapat aneka hadiah hiburan yang mencapai ratusan, dan hadiah utama berupa paket ibadah umroh.
Sementara untuk pawai karnaval yang diikuti setiap RW, dan jumlahnya mencapai 14 RW, dengan tema lingkungan hidup serta menyadarkan masyarakat peduli lingkungan menuju hunian yang asri.
Peserta terbanyak membuat aneka kostum dari bahan plastik, atau kertas bekas pakai, dan bentuk yang unik juga menarik, tak pelak warga yang melihat ditepi jalan banyak ber decak kagum.
Baca Juga: Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-80 RI di Desa Kaulon Sutojayan Blitar
Kepala Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, H Subiyanto menuturkan bahwa semarak dan antusias warga desanya sangat bagus dalam perayaan HUT RI.
"Pihak desa tidak meminta sumbangan dari warga, namun kami bisa membuat seragam untuk panitia, dan hadiah yang kami berikan kepada peserta jalan sehat cukup merangsang warga untuk turut serta, "terang Yanto, panggilan akrabnya. minggu (1 /9).
Peserta pawai menggunakan bahan daur ulang. (ist)
Baca Juga: Jalan Sehat Desa Pelemwatu Gresik, Warga Tumpah Ruah Rayakan Sedekah Bumi dan HUT RI ke-80
Salah seorang peserta karnaval, sebut saja Novi (50) mengaku senang dan bangga bisa tampil mengenakan kostum yang sudah di siapkan selama 3 hari, dan malah mendapat uang lelah.
"Saya sangat senang bisa turut serta dalam meramaikan perayaan HUT RI ini, selain tidak ada urunan, dan bisa menampilkan kreatifitas pribadi terkait penggunaan barang bekas, juga peserta karnaval masih mendapat uang lelah dari kas RT/ RW. (ali)
Editor : Zainul Arifin