Bupati Ikfina Terus Galakkan Gelora Cinta di Desa Mojokusumo

avatar b-news.id
Bupati Ikfina memberikan arahannya pada Gelora Cinta dan Satyagatra di Desa Mojokusumo Kecamatan Kemlagi. (ist)
Bupati Ikfina memberikan arahannya pada Gelora Cinta dan Satyagatra di Desa Mojokusumo Kecamatan Kemlagi. (ist)

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus menggalakkan program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra).

Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mewujudkan keluarga sejahtera yang senantiasa menjaga kesehatan terutama kesehatan anak demi mewujudkan generasi emas 2045.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Anugerahi Penghargaan 22 Perangkat Daerah Atas Capaian Budaya Kerja BerAKHLAK

Program Gelora Cinta dan Satyagatra ini diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Pada kesempatan kali ini Gelora Cinta dan Satyagatra sasar ibu-ibu hamil, ibu balita dan ibu usia subur warga Desa Mojokusumo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto pada Kamis (25/7) pagi.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto yang sekaligus orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini mengajak para peserta yang didominasi ibu-ibu untuk berdialog dan konseling seputar kesehatan keluarga. 

Bupati Ikfina juga menekankan bahwa pentingnya pertumbuhan otak anak. Sebagai orang tua wajib memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Dan memberikan makanan tambahan pendamping ASI yang kaya akan zat pembangun sampai anak berusia 2 tahun.

"Pada anak usia balita harus banyak diberikan makanan zat pembangun. Seperti telur, ikan, daging, ayam dan susu yang sangat dibutuhkan oleh anak," ujar Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina membaur dengan ibu-ibu hamil, ibu balita dan ibu usia subur warga Desa Mojokusumo. (ist)

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Luncurkan Aplikasi E-BMD, Perkuat Penyusunan Neraca Aset LKPD 2025

Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa masa pembentukan otak anak adalah sampai dengan umur 5 tahun. Pertumbuhan otak yang bagus juga dapat mencegah terjadinya stunting pada anak. Bahkan pemenuhan gizi anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Ibu hamil sudah harus tercukupi kebutuhan gizinya. 

"Sebab normalnya otak anak itu 25% otak orang dewasa normal. Tapi kalau selama kehamilan ibunya mengalami KEK (kurang energi kronis) dan kurang gizi maka bayi yang dilahirkan kecil dan otaknya lebih kecil dari 25% otak orang dewasa normal," bebernya. 

Dan untuk pemenuhan gizi tersebut Bupati Ikfina menghimbau agar menerapkan pedoman pola hidup sehat yang disusun oleh Kemenkes RI. Yaitu konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Panduan porsi makan yang dianjurkan, yaitu program Isi Piringku. Yang terdiri dari 50% karbohidrat, 50% protein dan 50% buah dan sayur dalam satu piring.

"Kalau misalnya sarapan pagi, 1 porsi harus berisi 1/3 piring nasi, 1/3 piring sayur-sayuran dan 1/3 piring lainnya berisi lauk dan buah," tegasnya. 

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Antisipasi Potensi Bencana

Ia juga menganjurkan agar para orang tua sering makan bersama anaknya. Karena makan bersama itu juga menambah nafsu makan pada anak. Biasanya anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. 

"Pola jam makan itu juga penting, artinya 2 jam sebelum makan, anak jangan dikasih makanan berat, susu atau camila lainnya. Biarkan dia lapar, kalau lapar nafsu makannya akan meningkat menirukan orang tuanya makan," pungkasnya. 

Diakhir arahannya Bupati Ikfina berharap masyarakat Desa Mojokusumo utamanya ibu-ibu bisa ikut andil mencegah terjadinya stunting pada bayi lahir dj wilayahnya. Melalui kecukupan gizi mulai dari ibu hamil, bayi lahir sampai berumur 5 tahun. (eko)

Berita Terbaru