DWP dan GOW Turut Sosialisasikan Cegah Perundungan di SLB Pertiwi Kota Mojokerto 

avatar b-news.id
Ketua DWP Kota Mojokerto Dewi Ratna Wati Gaguk Tri Prasetyo bersama GOW saat sosialisasi anti bullying di SLB Pertiwi Kota Mojokerto. (ist)
Ketua DWP Kota Mojokerto Dewi Ratna Wati Gaguk Tri Prasetyo bersama GOW saat sosialisasi anti bullying di SLB Pertiwi Kota Mojokerto. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mengadakan sosialisasi pencegahan perundungan (Bullying). Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) ACD Pertiwi Kota Mojokerto.

Sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) juga menghadirkan tim pendampingan kekerasan anak seorang Psikolog dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Mojokerto Ellyne Rizky, S.Psi. pada Rabu (17/7).

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Sambangi Gereja, Pastikan Pengamanan Nataru Optimal

Ketua Yayasan Pendidikan DWP Kota Mojokerto Dewi Ratna Wati Gaguk Tri Prasetyo mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, guru, serta orang tua mengenai bahaya perundungan atau bullying dan cara pencegahannya. 

"Perundungan bisa berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan menanganinya dengan serius, para guru serta orang tua harus lebih awere (menyadari) hal tersebut," ujar Dewi Ratna.

Dewi Ratna Wati Gaguk Tri membubuhkan tanda tangan komitmen anti bullying. (ist)

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak di Kota Mojokerto.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkot Mojokerto Gelar HLM Pengendalian Inflasi

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro. Sejak awal dimulainya MPLS 2024, sosok yang akrab disapa mas Pj tersebut mengajak seluruh pihak, terutama satuan pendidikan dan orang tua untuk mengawal MPLS Ramah Anak dan Anti Kekerasan dan Perundungan.

“Mari bersama-sama sukseskan MPLS berdasarkan panduan yang telah disusun oleh Kemendikbud Ristek dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana pelaksanaan MPLS 2024 ditekankan pada pelaksanaan kegiatan yang menyenangkan melalui aktivitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah,” ungkap mas Pj pada Senin lalu.

Ia menyebut MPLS ramah anak dan anti kekerasan dan perundungan (bullying) ini dapat diwujudkan dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak. Sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak, yaitu prinsip non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak.

Baca Juga: Tinjau Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Ning Ita Berharap Ada Generasi Muda Jadi Petani

“Dengan menciptakan lingkungan yang menyenangkan, aman dan nyaman, diharapkan menjadi pengalaman baru yang dapat meningkatkan semangat dan motivasi anak-anak untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah. Yang tentu saja ini nanti akan berpengaruh pada keberhasilan proses belajar-mengajar di sekolah,” tambah Mas Pj.

Mengingat lembaga pendidikan/ sekolah menjadi sebuah wadah yang berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter. Ini kemudian menjadi penentu dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu perlu dipastikan proses kegiatan belajar dan mengajar berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan kita bersama. (eko)

Berita Terbaru