Hari Tasrik, Ponpes Al Fattah Berbagi Hewan Kurban Hingga Luar Daerah

avatar b-news.id
Pemotongan hewan kurban ponpes Al Fattah di wilayah Kecamatan Wringinanom. (Ist)
Pemotongan hewan kurban ponpes Al Fattah di wilayah Kecamatan Wringinanom. (Ist)

SIDOARJO | B-news.id - Menebar Kebaikan dan Keberkahan Pesantren Al Fattah Sidoarjo mendistribusikan hewan kurban di berbagai tempat wilayah Jawa Timur dengan Dakwah Terpadu di hari raya Idul Adha . 

Di hari An Nahr (hari raya Idul Adha) tahun ini, Al Fattah menyembelih hewan kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 11 ekor domba. Terkait hal itu, ust. Ridwan menyampaikan bahwa selain dari jumlah hewan kurban yang disembelih di pondok sendiri, Pondok Pesantren Al Fattah juga mengirimkan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian ke berbagai tempat di sekitar wilayah Jawa Timur, diantaranya : Jombang 1 ekor, Trenggalek 1 ekor, Mojokerto 1 ekor, Blitar 1 ekor, Tulungagung 1 ekor, Bojonegoro 1 ekor, Banjar kemuning 2 ekor dan Panggang Wringinanom 2 ekor kambing. Sementara untuk Ngantang 1 ekor sapi. 

Baca Juga: Polres Nganjuk Maksimalkan Patroli SREG di Titik Rawan pada Libur Idul Adha 1446 H

"Ini adalah salah satu bentuk Dakwah Terpadu Pondok Pesantren Al Fattah untuk berbagi, menggalang ukhuwah dengan semua jama'ah, termasuk dengan para jama'ah di luar lingkungan pondok pesantren Al Fattah," jelasa ust Ainun Rofik. Rabu malam (19/6). 

Rangkaian kegiatan di awali dengan pelaksanaan solat Idul Adha di lingkungan Pondok Pesantren Al Fattah, Banjarsari, Buduran, Sidoarjo, dilaksanakan pada Senin, (17/6) di lapangan Pondok Pesantren Al Fattah. 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Penuhi Undangan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi

Yang menjadi imam sekaligus khatib adalah KH. Mujib Abdurrahman, diikuti oleh guru, jama'ah serta warga sekitar Pondok Pesantren. Dalam khutbahnya KH. Mujib menyampaikan bahwa pendidikan dalam keluarga yang menjadi pondasi dalam membentuk anak-anak yang shalih.

"Perintah berkurban (al-udlhiyah) di perayaan Idul Adha tidak terlepas dari kisah penyembelihan Nabi Ismail oleh ayahnya, Nabi Ibrahim. Karena demikian ikhlas dan taatnya bapak dan anak ini, penyembelihan sang anak diganti Allah dengan hewan kurban sekaligus mengajarkan pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ibadah kurban kita diperintah untuk membantu sesama.

Baca Juga: Usai Solat Idul Adha, Wabup Mojokerto Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Disamping sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, ibadah kurban memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Hal itu tercermin dari ajaran untuk menyembelih hewan kurban dan membagikannya pada yang berhak, " papar khotib saat menyampaikan khutbah Idul Adha. (ali)

Berita Terbaru