KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra) terus digeber oleh Pemkab Mojokerto.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri Gelora Cinta yang kali ini menyasar para ibu-ibu hamil, ibu balita dan ibu usia subur warga masyarakat Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto pada Kamis (13/6) sore.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Anugerahi Penghargaan 22 Perangkat Daerah Atas Capaian Budaya Kerja BerAKHLAK
Program yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) bertujuan mewujudkan keluarga sejahtera yang senantiasa menjaga kesehatan terutama kesehatan anak demi mewujudkan generasi emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Ikfina juga mengajak para peserta untuk berdialog dan konseling seputar kesehatan keluarga. Selain itu Bupati Ikfina juga menjelaskan bahwa program ini bertujuan mencegah terjadinya stunting pada balita sehingga perlunya pola asuh yang benar dalam merawat anak.
Bupati Ikfina bersama warga masyarakat Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto dalam acara Gelora Cinta dan Satyagatra. (ist)
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Luncurkan Aplikasi E-BMD, Perkuat Penyusunan Neraca Aset LKPD 2025
"Makanya balita tidak boleh stunting, karena kalau sampai stunting kecerdasannya akan berkurang 20% dibanding anak normal. Sebab pertumbuhan otak terjadi dari bayi sampai umur 5 tahun," jelasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto yang sekaligus orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini mengatakan untuk menanggulangi terjadinya stunting agar balita diberikan asupan gizi yang cukup. Serta orang tua juga harus bisa menertibkan waktu makan anak.
Baca Juga: HUT Korpri Ke-54, Pemkot Mojokerto Salurkan Berbagai Bantuan, Stunting Hingga Lansia Sebatang Kara
"Selain cukup gizi, jangan sampai anak waktu makannya tidak teratur karena kebanyakan makan makanan kecil sebelum makan. Padahal anak kecil itu lambungnya juga kecil tidak seperti kita. Maka sedapat mungkin 2 jam sebelum waktunya makan anak jangan diberi makanan yang bisa mengenyangkan," pungkasnya.
Dalam acara tersebut turut hadir Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Camat Dlanggu beserta Forkopimca Dlanggu dan Kepala Desa Ngembeh. (eko)
Editor : Zainul Arifin