Puluhan Ekor Sapi dan Ratusan Kambing di Lapak Kota Mojokerto Dicek Kesehatan Sesuai Syariat Islam

Hewan kurban yang dijual di lapak-lapak diperiksa kesehatannya oleh tim monitoring kesehatan hewan. (ist)
Hewan kurban yang dijual di lapak-lapak diperiksa kesehatannya oleh tim monitoring kesehatan hewan. (ist)
b-news.id leaderboard

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serius melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban yang layak dijual di lapak-lapak di Kota Mojokerto. Monitoring kesehatan hewan kurban yang dilakukan mulai Senin (10/6).

Hal tersebut guna memastikan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak serta hewan yang masuk di Kota Mojokerto dalam kondisi sehat dan layak serta sesuai dengan syariat Islam.

"Jadi mulai Senin kemarin sudah saya instruksikan kepada dinas terkait untuk mengecek langsung hewan kurban yang dijual di lapak-lapak yang berada di Kota Mojokerto benar-benar sehat dan memenuhi syariat," ujar mas Pj sapaan akrab dari Ali Kuncoro pada Kamis (13/6).

Menurut hasil pantauan tim monitoring kesehatan dari 22 lapak hewan kurban yang dilakukan sampai Selasa 11 Juni 2024 tercatat ada 33 ekor Sapi, 440 Kambing dan 14 Domba mayoritas dalam kondisi sehat dan bagus.

"Dan syukur alhamdulillah hingga saat ini dilaporkan hasilnya sehat dan bagus, meskipun ada beberapa ekor yang kelelahan karena perjalanan," tambahnya. 

Diperkirakan jumlah hewan kurban yang dijual di lapak-lapak di Kota Mojokerto ini akan meningkat dan terus bertambah seiring dengan mendekati hari raya Idul Adha.

Baca Juga : Pj Wali Kota Mojokerto Peletakan Batu Pertama Pembangunan Wihara Buddhayana, Wujud Nyata Toleransi

"Jumlah hewan kurban yang ada di lapak-lapak ini akan terus bertambah karena masih ada hewan kurban yang berasal dari peternak yang ada di Kota Mojokerto sendiri yang jumlahnya sekitar 100 peternak," paparnya. 

Pengecekan atau monitoring kesehatan hewan kurban ini masih terus akan terus dilakukan hingga hari H Idul Adha baik di mushola, masjid hingga rumah pemotongan hewan (RPH).

"Ini akan kita lakukan insyaallah hingga saat H-1 sampai hari H baik di musholla, masjid dan RPH," pungkasnya. 

Baca Juga : Mas Pj Ajak Warga Muhasabah Diri Lewat Ngaji Bareng Gus Mus, Rayakan Tahun Baru 1446 Hijriyah

Sedangkan menurut penuturan Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Mojokerto drh. Anggraita Putra bahwa tidak ditemukan penyakit menular strategis seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD) pada waktu monitoring yang dilakukan hingga Selasa.

"Alhamdulillah tidak ada hewan kurban yang kena penyakit PMK hanya sebagian kecil ditemukan hewan yang kena flu karena kelelahan dan sudah kita beri vitamin serta disinfectan," jelas Anggraita.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Anggraita untuk memilih hewan kurban, antara lain tidak cacat, sehat kalau bisa yang gemuk dan umurnya sudah cukup untuk disembelih. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper