Diskop dan UKM Jatim Dukung Pengembangan Usaha Pesantren

Kegiatan advokasi Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Jatim di Surabaya. (Ist)
Kegiatan advokasi Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Jatim di Surabaya. (Ist)
b-news.id leaderboard

SURABAYA | B-news.id -Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) menggelar kegiatan Advokasi Kelembagaan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren).

Hal itu dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha pesantren melalui program Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis One Pesantren One Product (EKO-Tren OPOP). Kegiatan itu diadakan pada, 3-4 Juni 2024 yang berlangsung di Surabaya. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Andromeda Qomariah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan Pengembangan usaha pesantren melalui EKO - Tren OPOP (Ekonomi Masyarakat Berbasis One Pesantren One Product (EKO-Tren OPOP). 

"Kegiatan ini dilakukan melalui Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM zorov Jatim," ujar Andromeda.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Jatim Nanang Abu Hamid, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini setidaknya memiliki tiga tujuan. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman peserta OPOP dalam menyusun strategi pengembangan usaha.

"Kedua, untuk menguatkan kelembagaan usaha peserta OPOP dengan badan hukum koperasi sebagai wadah usaha bersama. Dan ketiga, bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan peserts OPOP," jelas Nanang. 

Kegiatan Advokasi Kelembagaan Koppontren yang diadakan Diskop UKM Jatim di Surabaya, selama dua hari Senin dan Selasa (3-4/5/2024). (foto : Diskop UKM Jatim) 

Lebih lanjut, Nanang menerangkan, peserta kegiatan ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari perwakilan pengurus Koppontren skala provinsi yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama dua tahun terakhir dari berbagai daerah di Jawa Timur. 

"Sedangkan narasumber dalam kegiatan ini ada dua yakni, akademisi Universitas Widyagama Bapak Irfan Fathoni, dan seorang ahli Ibu Siti Julaicha," sebutnya. 

Dengan diadakannya kegiatan ini, Nanang berharap semoga ke depan para peserta memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan usaha pondok pesantren melalui koperasi yang dimilikinya.

"Sehingga Koppontren dapat menjalankan usaha dengan tata kelola yang baik dan akuntabel," harap Nanang. (za) 

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper