Sebut Kiai Asep Preman, HMN Tidak Terima dan Akan Pertimbangkan Langkah Hukum

avatar Eko Purbo
Sekjen HMN Samtoyo saat konferensi pers dengan awak media terkait penyebutan Kiai Asep sebagai Preman berbalut agama. (ist)
Sekjen HMN Samtoyo saat konferensi pers dengan awak media terkait penyebutan Kiai Asep sebagai Preman berbalut agama. (ist)

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Usai Kiai Asep gelar doa bersama dan Istighosah di rumah dinas Bupati (Pringgitan) pada Sabtu (27/12/2025) malam dan diunggah oleh berbagai media banyak menuai tanggapan.

Salah satu tanggapan serius adalah dari Kades Ngingasngrembyong Kusdianto yang menyebut Kiai Asep sebagai Preman yang berbalut agama, tentu saja ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak utamanya ormas Harimau Mojokerto Nusantara (HMN) Mojokerto.

Baca Juga: Resmi Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Gus Bupati : Hindari Pola Kerja Sektoral Perkuat Sinergitas 

Menyikapi pernyataan Kades Kusdianto, HMN mengadakan konferensi pers terkait hal tersebut. Seperti yang disampaikan Sekjen HMN Samtoyo, pihaknya mengkritik keras atas pernyataan Kades Ngingasngrembyong Kecamatan Sooko yang menyebut Kiai Asep sebagai preman berbalut agama. 

"Tentu kami tidak terima dan sangat menyayangkan karena itu tidak menunjukkan sikap hormat terhadap seorang ulama'. Dan kami akan bermusyawarah kedalam untuk merumuskan langkah hukum seperti apa yang akan kita ambil," tutur Samtoyo pada Minggu (28/12) sore di markas HMN Pandanarum Pacet.

Baca Juga: Tinjau Hasil Bedah Rumah Warga Desa Kejagan, Gus Bupati Apresiasi Semangat Gotong Royong dari Keluarga

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa HMN tidak akan takut kepada siapapun demi memperjuangkan hak-hak kepentingan masyarakat meskipun itu juga terhadap pemerintahan Gus Barra - Rizal jika mereka melanggar aturan dan melukai kepentingan masyarakat.

"Kami tidak selalu tegak lurus dengan pemerintahan Gus Barra - Rizal akan tetapi sesuai tujuan didirikannya HMN yaitu mewujudkan kesadaran kolektif hak-hak masyarakat terhadap pemerintah dan tanggung jawab masyarakat terhadap negara. Sehingga kalau ada kebijakan Mubarok yang mencederai hati masyarakat tentu kita tidak akan satu komando dengan Gus Barra - Rizal," tegasnya.

Baca Juga: Aksi Demo Pamong Majapahit Kepada Bupati Mojokerto, Picu Kemarahan Kiai Asep 

Mengenai langkah hukum seperti apa, HMN akan berkomunikasi secara internal menyikapi atas penghinaan terhadap romo Kiai/ ulama yang telah dilakukan oleh oknum Kades. 

"Kami akan berkomunikasi dengan Ketua kami Karen Sudiono untuk memastikan langkah hukum apa terhadap oknum Kades Ngingasngrembyong yang telah menghina atau merendahkan martabat Kiai," tutup Samtoyo. (*)

Berita Terbaru