Kajian Islam

Pentingnya Menulis dalam Pandangan Islam

Reporter : Moh. Rizal Alzahari
Foto ilustrasi

B-news.id - Tulisan ini kami rangkum berdasarkan dari beberapa kitab yang pernah kami baca dan beberapa ulama yang ahli di bidangnya. Berikut ini makna pentingnya menulis.

Surat Al-Qalam Ayat 1

Baca juga: Menulis Dengan Nurani, Buku Antologi Puisi ke-7 Karya Komunitas Wartawan Usia Emas

نٓ ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tulis.”

Surat Al-Qalam ayat pertama menegaskan betapa pentingnya aktivitas menulis dan membuat catatan. Ketika Allah bersumpah dengan pena (al-qalam) dan tulisan (al-sathr), ayat ini menunjukkan bahwa proses pencatatan ilmu adalah fondasi utama peradaban manusia. Sejarah membuktikan bahwa setiap peradaban besar—baik dalam bidang hukum, sains, sejarah, administrasi, maupun pendidikan—berdiri di atas sistem pencatatan yang kuat.

Tanpa tulisan, pengetahuan hanya diwariskan secara lisan, mudah hilang, tidak terdokumentasi, dan sulit berkembang. Karena itulah Allah menegaskan keagungan pena sebagai alat dokumentasi ilmu. Sumpah ini menunjukkan bahwa Allah mengangkat pena sebagai simbol kemajuan peradaban, sebab dengan tulisan manusia dapat menyimpan ilmu, mengembangkan pemahaman, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ayat tersebut sekaligus menegaskan bahwa peradaban berdiri di atas pengetahuan yang tertulis. Dalam ungkapan وَالْقَلَمِ, Allah mengagungkan pena sebagai alat yang menjadi sarana kemajuan sekaligus saksi perjalanan intelektual manusia. Menulis bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi proses membangun peradaban, menguatkan identitas umat, dan mengikat ilmu agar tidak punah.

Baca juga: Gairahkan Semangat Literasi, Warumas Gelar Lomba Cipta Puisi Tingkat SMP & SMA/SMK Berskala Nasional

Para ulama besar seperti Imam al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan para cendekiawan lainnya menempatkan tulisan sebagai pilar utama peradaban. Ibn Khaldun dalam teori al-‘umrān menegaskan bahwa peradaban tidak dapat tegak tanpa penulisan (tadwīn), kodifikasi, dan pengajaran (ta‘līm). Dengan demikian, ayat ini tidak hanya berbicara tentang pena secara fisik, tetapi juga melambangkan seluruh sistem produksi dan transmisi ilmu yang melahirkan kemajuan manusia.

Secara teologis, Allah melalui ayat ini mengingatkan bahwa martabat peradaban manusia diukur dari ilmu, bukan dari kekuatan militer atau banyaknya penduduk. Sumpah Allah dengan pena mengandung pesan bahwa peradaban yang kokoh adalah peradaban yang ilmunya terdokumentasi, terpelihara, dan terus dikembangkan.

Dengan kata lain: Peradaban lahir dari ilmu, dan ilmu tetap hidup karena tulisan.

Inilah makna mendalam yang terkandung dalam firman Allah:

وَالْقَلَمِ وَمَايَسْطُرُونَ — Surat Al-Qalam ayat 1.

Nb: Tulisan kami rangkum dari berbagai kitab yang pernah kami baca, dan beberapa ulama yang ahli dibidang nya...(bersambung)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru