NGAWI | B-news.id - Kepala Dinas Pertanan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT menghadiri Farm Field Day (FFD) Tahun 2025 di Kabupaten Ngawi, tepatnya di Desa Dempel Kecamatan Geneng, Selasa (19/8/2025).
Kehadiran Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tersebut didampingi oleh Kepala BPS Ngawi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi untuk meninjau secara langsung terkait pengembangan pertanian dan kawasan agropolitan yang ada di Kabupaten Ngawi, terutama di Desa Dempel, Keamatan Geneng.
Farm Field Day (FFD) 2025 ini melibatkan 24 kelompok tani dari 4 desa di wilayah Kecamatan Geneng yang masuk dalam kegiatan pengembangan kawasan agropolitan.
“Pada kesempatan ini kami juga melakukan panen bersama sekaligus dilaksanakan ubinan untuk mengetahui produktivitas padi di wilayah Dempel,” kata Heru Suseno dalam suatu kesempatan.
Heru mengatakan, FFD merupakan salah satu metode pemberdayaan yang dilakukan untuk petani yang mana telah dirancang sedemikian rupa melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh dengan tujuan untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani itu sendiri mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusahatani.
Kementerian Pertanian (Kementan) yang didukung Pemprov Jatim melalui program-program unggulannyanya terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya. Di antaranya melalui kegiatan Farmer Field Day (FFD) atau Temu Lapang Petani yang tengah digencarkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembagan SDM Pertanian.
Dalam berbagai kesempatan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Jawa Timur selalu menekankan SDM harus terus diperkuat. "Kalau kita ingin pertanian semakin maju, maka harus diperkuat SDM-nya terkait Pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian harus terus ditingkatkan untuk mendukung kemajuan petani," kata Heru.
Melalui FFD diharapkan para petani dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk terus meningkatkan produktivitasnya karena tujuan utama FFD adalah saling bertukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani itu sendiri mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusahatani.
Baca juga: Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan, Khofifah Raih Penghargaan DPD Awards 2025
“Kegiatan FFD berfungsi sebagai tempat sharing pengalaman antara petani dan petani, penyuluh dan petani serta penyuluh dan penyuluh,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga menekankan bahwa Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) menjadi program prioritas yang makin intensif dilakukan di Ngawi selama tiga tahun terakhir. Dukungan penerapan PRLB juga dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi tahun 2024 lalu dengan menggelar Farm Field Day (FFD).
FFD dilaksanakan bersama kelompok tani Desa Dempel Kecamatan Geneng. Di desa ini, sebagian besar lahan sawah sudah menerapkan PRLB. Hal ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan digantikan dengan pupuk organik, bahkan pupuk organik itu dapat dibuat sendiri oleh anggota kelompok tani.
“Sekali lagi saya tegaskan bahwa, kegiatan FFD bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya padi PRLB serta dihadiri oleh para petani, penyuluh, dan berbagai pihak terkait,” pungkas Heru.
Baca juga: Operasi Zebra Semeru Ditlantas Polda Jatim Beri Reward Bagi Pengendara Tertib
Seperti diketahui, Kabupaten Ngawi menjadi rujukan secara nasional, termasuk dalam pelaksanaan program FFD dan berbagai kegiatan pertanian lainnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur juga melaksanakan Gerakan Panen dan Serap Gabah di Gapoktan Ngudi Makmur Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi belum lama ini. Selain itu, presiden prabowo juga melaksanakan panen raya serentak yang dipusatkan di Kabupaten Ngawi.
Tak heran jika Kabupaten Ngawi yang dikenal sebagai lumbung padi nasional kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa Provinsi Jawa Timur berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“FFD selain sebagai momentum kebersamaan para petani dari berbagai daerah, panen raya padi serentak ini juga menjadi ajang penyampaian laporan kondisi dan potensi pertanian di masing-masing wilayah di Jawa Timur,”pungkas Heru. (za)
Editor : Zainul Arifin