BLITAR | B-news.id - Pemerintah Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, resmi menetapkan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Kementerian Desa Nomor 3 Tahun 2025 tentang penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan melalui penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 juta untuk program budidaya penggemukan sapi.
Baca juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Sekretaris Desa Jatilengger, Aji Yuniarso, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui kajian panjang bersama perangkat desa dan BUMDes.
Menurutnya, pemerintah desa harus selektif dalam memilih program yang bukan hanya realistis, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
"Awalnya kami mengajukan budidaya ternak kambing, namun pengajuan tersebut tidak mendapat persetujuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Blitar. Setelah berdiskusi, akhirnya kami memilih opsi kedua, yakni budidaya penggemukan sapi," ujar Aji saat ditemui di Balai Desa Jatilengger, Jumat (8/8/2025).
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi berangkat dari pertimbangan kebutuhan pasar dan potensi desa.
“Kami melihat permintaan daging sapi cukup stabil, bahkan cenderung naik menjelang hari-hari besar keagamaan. Jadi, peluang pasarnya sangat terbuka,” jelasnya.
Meski rencana ini sudah disepakati, Aji menegaskan bahwa tahap pelaksanaan belum dimulai. “Sekarang masih dalam tahap persiapan, pelaksanaannya nanti setelah perubahan APBDes. Jadi semua proses tetap mengikuti aturan yang berlaku,” katanya.
Pemerintah desa juga memastikan bahwa program ini akan melibatkan warga setempat, baik sebagai tenaga kerja maupun pemasok pakan ternak. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bukan hanya BUMDes yang untung, tapi juga petani jagung, padi, dan rumput gajah yang bisa menjual hasilnya sebagai pakan,” imbuh Aji.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lokasi penggemukan sapi akan memanfaatkan lahan kandang milik kepala desa yang selama ini belum dimaksimalkan.
Baca juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
Fasilitas kandang akan di tata dengan memperhatikan standar kesehatan hewan, termasuk sistem sirkulasi udara dan kebersihan lingkungan.
Menurut Aji, salah satu alasan memilih penggemukan sapi adalah masa pemeliharaan yang relatif singkat dibandingkan pembiakan.
“Kalau penggemukan, dalam hitungan 3–6 bulan sudah bisa dipanen dan dijual. Jadi, perputaran modalnya cepat dan risikonya lebih kecil,” terangnya.
Selain itu, Pemerintah Desa Jatilengger juga berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dalam pengelolaan dana desa. Setiap tahapan, mulai dari pembelian bibit sapi, pembangunan kandang, hingga hasil penjualan, akan dilaporkan secara terbuka kepada warga.
“Kami tidak ingin ada kesan bahwa dana desa digunakan tanpa pengawasan. Semua akan tercatat, bisa diakses masyarakat, dan akan kami sampaikan dalam forum musyawarah desa,” tegasnya.
Aji optimistis, jika program ini berjalan lancar, Desa Jatilengger bisa menjadi salah satu desa percontohan dalam pemanfaatan dana desa untuk sektor peternakan. Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten, agar program ini dapat berkembang lebih besar di masa mendatang.
Baca juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
“Kalau sukses, bukan tidak mungkin nanti kita bisa menambah jumlah sapi atau bahkan mengembangkan produk turunan seperti olahan daging dan pupuk organik,” katanya penuh semangat.
Warga pun menyambut positif rencana ini. Beberapa petani bahkan sudah menyiapkan lahan untuk menanam rumput gajah sebagai pasokan pakan.
“Kami senang, semoga nanti hasilnya bisa menambah pemasukan warga,” ujar salah satu warga setempat.
Dengan langkah ini, Desa Jatilengger tak hanya ikut mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi desa.
Semua berharap, modal yang digelontorkan mampu memberikan keuntungan berlipat, baik untuk BUMDes maupun kesejahteraan warga.(*)
Editor : Zainul Arifin