May Day di Kota Mojokerto Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah Guyub Jalan Sehat Bersama

Reporter : Eko Purbo
Peringati May Day dengan jalan sehat, tampak Wali Kota Ning Ita, jajaran Forkopimda, pengusaha dan pekerja. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day sejatinya diadakan pada 1 Mei. Namun untuk memperingati Hari Buruh Internasional tahun 2025 di Kota Mojokerto dilaksanakan dengan jalan sehat pada Minggu (25/5) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan penuh keakraban. Ribuan pekerja, pengusaha, hingga Forkopimda kompak mengikuti kegiatan ini.

Baca juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Acara tersebut juga menjadi simbol eratnya sinergi antara unsur tripartit dalam menjaga Hubungan Industrial Pancasila yang kondusif di Kota Mojokerto.

Kegiatan jalan sehat dimulai dari GOR Seni Majapahit, menyusuri rute Jalan Benteng Pancasila, Jalan Empunala, hingga Jalan Gajah Mada, dan kembali ke titik awal. Tercatat sekitar 8.000 pekerja dari berbagai perusahaan di Kota Mojokerto turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi sinergi luar biasa yang telah terjalin antara Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Saya berterima kasih kepada SPSI dan Apindo yang selama ini telah menjaga hubungan baik yang luar biasa. Di Kota Mojokerto, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan industrial terjaga sangat kondusif,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut juga menyerahkan berbagai santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, di antaranya santunan jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kecelakaan kerja.

Baca juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Bukan hanya fokus pada pekerja formal, Pemkot Mojokerto juga memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan seperti tukang becak, ojek, parkir, hingga RT se-Kota Mojokerto, dengan total penerima sebanyak 7.131 orang.

Dalam konteks tantangan ekonomi global yang sedang tidak menentu, Ning Ita menegaskan komitmen Pemkot Mojokerto dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat usia produktif.

Bersama Balai Latihan Kerja Provinsi Jawa Timur, pemerintah memberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit, memasak, elektronik, hingga keahlian digital.

“Kami juga memberikan program bimbingan jabatan bagi siswa-siswi SMK se-Kota Mojokerto untuk membekali mereka dengan soft skill agar siap kerja setelah lulus,” tambahnya.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

Sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto, Pemkot juga akan menggelar Job Fair pada Juni 2025, yang diikuti oleh berbagai perusahaan besar.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bagi warga Kota Mojokerto yang memiliki kompetensi, ini adalah momentum emas untuk melamar pekerjaan sesuai bidang yang diminati,” tutup Ning Ita.

Jalan sehat semakin meriah, sejumlah peserta hadir dengan kostum unik seperti ayam, domba, dan maskot perusahaan masing-masing. Penampilan barongsai, live musik, serta bazar UMKM dan Doorprize menarik turut menyemarakkan acara. (*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru