KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadari pagelaran wayang kulit peringatan HUT ke-1065 Y.M. Makco Thian Shang Sheng Mu yang digelar TITD Hok Sian Kiong, di klenteng Hok Sian Kiong, Sabtu (19/4) malam.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi budaya yang dihadirkan dalam peringatan ini.
Baca juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026
Kehadiran wayang kulit sebagai salah satu warisan budaya leluhur di tengah perayaan umat Tridharma menjadi simbol nyata perpaduan dua budaya yang hidup berdampingan secara harmonis di Kota Mojokerto.
“Ini menunjukkan sebuah harmoni yang sangat indah. Ada sebuah kolaborasi antara dua budaya yang menyatu di tempat ini. Luar biasa untuk Kota Mojokerto tercinta,” ungkap Ning Ita.
Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai toleransi dan keberagaman seperti ini dapat terus dijaga dan diwariskan sebagai bagian dari identitas Kota Mojokerto.
Baca juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok
“Semoga keharmonisan ini bisa terus kita rasakan, terus kita nikmati, dan bahkan kita wariskan kepada generasi-generasi Kota Mojokerto setelah kita,” imbuhnya
Ia juga menyebut bahwa keharmonisan Kota Mojokerto merupakan teladan yang patut dibanggakan dan disampaikan kepada masyarakat luas.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital
“Kalau ingin melihat keharmonisan yang luar biasa, lihatlah kota kecil ini, bumi Majapahit, Kota Mojokerto. Kota yang penuh dengan toleransi, kota yang penuh dengan kedamaian. Semua pemeluk agama bisa hidup rukun dan damai di kota kita yang indah ini,” pungkasnya.
Pagelaran wayang kulit di klenteng menjadi penegas bahwa budaya dan keberagaman membentuk wajah Kota Mojokerto sebagai kota inklusif, damai, dan penuh toleransi. (*)
Editor : Zainul Arifin