BOJONEGORO | B-news.id - Calon Bupati Bojonegoro Teguh Haryono yang akrab di sapa Mas Teguh blusukan di pasar Desa Kedungadem, Kecamatan, Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur.
Mas Teguh yang berpasangan dengan Farida Hidayati ini blusukan sambil berbelanja, ditemani beberapa relawan Kedungadem, Mas Teguh mendapat sambutan yang hangat dari para pedagang pasar.
Kedatangan Mas Teguh dan Relawannya membuat para pedagang heboh untuk bersalaman dan meminta foto, terlihat tidak ada jarak ataupun sekat yang membatasi antara calon pemimpin dengan rakyatnya.
Meski Mas Teguh sudah puluhan tahun berkarir sebagai seorang profesional di Jakarta, ia tidak pernah melupakan desa tempat dulu ia dilahirkan. Ia tetap rendah hati dan ramah.
Mas Teguh yang lahir dan besar di Desa Kedungadem sudah tak asing dengan kehidupan masyarakat desa yang selalu ramah dan peduli.
"Des pundi rame dagangane buk (bagaimana Ramai dagangannya), " sapa mas Teguh dengan ramah kepada salah satu pedagang.
"Alhamdulillah lumayan niki," jawab salah satu pedagang sayuran.
Kegiatan blusukan ini, dimanfaatkan oleh Mas Teguh untuk menyerap aspirasi pedagang pasar, hal ini adalah untuk merumuskan kebijakan yang tepat saat ia menjadi pemimpin Bojonegoro.
"Kegiatan ini saya lakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat khususnya pedagang pasar, harapannya nantinya kita bisa rumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat," ungkap Teguh Haryono yabg juga merupakan pakar ketahanan budaya.
Sambil ngopi bersama relawan Kedungadem, Mas Teguh menyampaikan keseriusannya dalam mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro 2024 - 2029.
Baca juga: Setyo Wahono Bupati Bojonegoro Terpilih: SILPA Menjadi Prioritas Kami di Tahun Pertama
"Saya maju sebagai calon bupati ini sangat serius, masyarakat dan relawan jangan percaya isu yang berkembang yang mengatakan saya hanya boneka, " tegas mas Teguh.
Menjawab kenapa ia maju sebagai calon Bupati, mas Teguh menjawab dengan tegas bahwa semua itu demi Bojonegoro lebih baik lagi kedepan.
"Saya merasa terpanggil sebagai putra asli Bojonegoro, dimana saya lahir dan besar di sini, kenapa saya menerima tantangan ini, karena ini kesempatan saya untuk mengabdi pada rakyat Bojonegoro dimana saya dibesarkan." pungkasnya. (red)
Editor : Zainul Arifin